Sunday, March 3, 2024
HomePolitikaDaerahPAN Nilai Khofifah Sebagai Kandidat Kuat Penantang Gus Ipul

PAN Nilai Khofifah Sebagai Kandidat Kuat Penantang Gus Ipul

Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. (foto: istimewa)
Khofifah Indar Parawansa. (foto: istimewa)

JAKARTA – Pendaftaran calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2018 baru dijadwalkan pada Desember 2017. Meski masih cukup lama, partai-partai politik saat ini telah melakukan langkah-langkah persiapan, termasuk untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim). Salah satunya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang secara terbuka mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjadi bakal calon gubernur.

Sementara itu, merespon dinamika politik Jatim terkini, Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan bahwa pihak DPP sejauh ini telah mendapatkan banyak masukan dari DPW PAN Jatim dan unsur pembina wilayah terkait konstelasi dan dinamika menjelang gelaran Pilgub tersebut.

Selain menimbang Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang telah dua periode diusung PAN menjadi Wakil Gubernur Jatim mendampingi Pakde Karwo, DPP PAN juga menimbang dan serius mencermati posisi tokoh perempuan nasional asal Jatim yang juga Ketua Muslimat NU dan tengah menjabat menjabat Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa.

“DPP PAN memandang beliau (Khofifah) memiliki potensi yang kuat untuk tampil menantang Gus Ipul dalam Pilgub nanti,” ujar Windiarto Kardono, Wakil Sekjen Pemenangan Pemilu DPP PAN, Selasa (30/5/2017) malam.

Menurut Windiarto, PAN tentu saja juga mendorong kader yang terbukti dan teruji berprestasi seperti Haji Masfuk, mantan Bupati Lamongan dan sekarang menduduki posisi Ketua DPW PAN Jatim untuk maju pula dalam kontestasi Pilgub 2018 nanti.

Selain nama-nama tersebut, PAN menurut Windiarto, masih memiliki sederet kader lain yang juga sangat berprestasi dan potensial untuk ikut berkontestasi dalam perhelatan pilgub Jatim. Di antaranya adalah Suyoto (bupati Bojonegoro), Viva Yoga Mauladi (Wakil Ketua Komisi IV DPR RI) dan Anang Hermansyah (anggota DPR RI).

Namun dirinya menegaskan bahwa hal terpenting dari konstelasi dan dinamika di Jatim ini, PAN berkomitmen menjaga tahapan Pilkada Serentak 2018 berlangsung kondusif. Hal itu dikarenakan Jatim selama ini telah menjadi barometer nasional baik dalam hal perekonomian, politik dan keamanan.

“Kesuksesan Pakde Karwo selama memimpin Jatim harus menjadi pelajaran penting dan berharga bagi setiap kandidat yang akan melanjutkan kepemimpinan di Jatim. Hal ini tentunya agar masyarakat Jatim lebih berkeadilan, makmur dan sejahtera ke depannya,” pungkas Windiarto.

(kf/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular