Berita Terpercaya Tajam Terkini

Pakar Mikrobiologi: Gene Editing, Harapan Manusia Atasi Penyakit Di Masa Depan!

0
Ahmad Rusdan Handoyo Utomo
Pakar mikrobiologi Ahmad Rusdan Handoyo Utomo. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Pakar mikrobiologi Ahmad Rusdan Handoyo Utomo mengatakan bahwa gene editing adalah teknologi yang luar biasa yang dapat menjadi salah satu harapan baru manusia di masa mendatang. Dimana menurut pria yang pernah menjalani post-doctoral fellowship di Harvard Medical School, Universitas Harvard, Amerika Serikat tersebut gene editing adalah teknologi kesehatan yang dengan sengaja merevisi urutan genetik manusia untuk menghilangkan kerentanan suatu penyakit.

“Teknologi gene editing tentu masih menjadi barang baru bagi manusia. Ia dapat diaplikasikan dengan syarat seperti apakah tidak ada cara lain yg bisa dilaķukan untuk menyelamatkan seseorang dari kondisi penyakit, dengan kata lain gene editing ini diambil sebagai langkah terakhir untk penyelamatan jiwa seseorang,” ujar Ahmad Rusdan Handoyo Utomo yang menjadi salah satu pembicara dalam [email protected], Sabtu (18/6/2022)

Ahmad Rusdan menekankan bahwasanya teknologi gene editing atau genome engineering dapat dilakukan dengan cara yang aman teknologi ini dan jika sudah dipastikan aman maka belum tentu berhasil atau presentase keberhasilannya tidak selalu 100%.

“Dampak gene editing kedepannya tidak bisa diprediksi atau ditebak jadi perlu monitoring jangka panjang sampai betul-betul teknologi ini dapat menjadi cara yang ampuh dan tidak ada efek samping yang muncul pasca pemakaiannya,” tegas Ahmad Rusdan.

Ahmad Rusdan mengingatkan bahwa percobaan mengenai metode gene editing masih terus dilakukan walaupun masih mengalami kegagalan dan tidak sesuai dengan harapan.

“Tetapi sains tidak berhenti untuk menemukan jalan keluar untuk penanganan suatu penyakit apalagi jika ia belum ditemukan cara penyembuhan atau pengobatannya,” ujar pria berkacamata tersebut.

Ahmad Rusdan mencontohkan embrio anak yang menjalani gene editing gagal untuk men-delete sebagian gene yang ditengarai sebagai kunci terjadinya infeksi. Sehingga misalnya anak yang terlahir dari ayah yang positif HIV misalnya masih bisa membawa gene yang rentan terinfeksi dengan HIV walaupun menjalani gene editing atau dengan kata lain gagal prores gene editing-nya. Ahmad Rusdan juga memberikan contoh pasien yang menjalani penyakit jantung dengan melakukan gene editing tetapi pada akhirnya meninggal dan tidak terselamatkan.

“Tetapi dengan penemuan metode gene editing ini bukan tidak bermanfaat sama sekali. Fakta penelitian dan percobaan yang ada menunjukkan bahwa secara umum pengaplikasian gene editing masih membutuhkan riset yang berkelanjutan dan pembuktian yang levih meyakinkan. Gene editing tetap menjadi harapan baru bagi manusia di masa depan terutama dalam upaya penanganan kerentanan manusia terhadap suatu penyakit,” pungkas Ahmad Rusdan.

Untuk diketahui, [email protected] merupakan program TED Talk yang menghadirkan sejumlah pembicara berkelas global dan nasional di bidangnya masing-masing dan diselenggarakan oleh anak-anak SMA internasional, Mentari Intercultural School Jakarta dan berlangsung secara daring mengingat situasi pandemi Covid-19 masih belum sepenuhnya pulih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.