Operasi Gabungan TNI di Maybrat Temukan Caracal dan 17 Amunisi, Perburuan K3 Daewo Berlanjut

Satgas Gabungan saat menangkap dan menemukam titik pencarian senjata kelompok K3 Daewo, Jumat (16/10/2026). (foto: Pen Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 764 IB untuk Cakrawarta)

MAYBRAT, CAKRAWARTA.com – Operasi gabungan Satuan Tugas (Satgas) TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, berhasil menemukan satu pucuk senjata laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter di kawasan Goa Ayata, Jumat (16/10/2026). Temuan ini menjadi bagian dari upaya pencarian senjata milik TNI yang dilaporkan dirampas dalam insiden penyerangan di TK Sory pada Maret 2026.

Operasi tersebut melibatkan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V Satgas Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad, serta Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB.

Berdasarkan laporan Satgas, senjata Caracal yang ditemukan itu diduga berkaitan dengan insiden penyerangan pada 22 Maret 2026, yang dalam laporan tersebut disebut melibatkan kelompok OPM Kodap IV Sorong Raya.

Penemuan senjata bermula dari pendalaman informasi pada 14-15 Oktober 2026 mengenai dugaan lokasi penyimpanan dua pucuk senjata, yakni Caracal dan K3 Daewo. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas satuan untuk mengintensifkan pencarian.

Pada Jumat pagi, personel gabungan terlebih dahulu melaksanakan pengarahan dan pemeriksaan kesiapan sebelum bergerak menuju sasaran. Untuk memaksimalkan pencarian, operasi dibagi menjadi dua sektor.

Sektor Alfa ditugaskan mencari senjata Caracal, sedangkan Sektor Bravo menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan senjata K3 Daewo.

Hasilnya, sekitar pukul 12.25 WIT, tim Sektor Alfa menemukan satu pucuk senjata Caracal beserta 17 butir amunisi di Goa Ayata.

Dalam proses pencarian, tim turut melibatkan Anton Fatem, yang menurut laporan Satgas telah diamankan sebelumnya dan disebut sebagai Danyon Ayosami. Ia dilibatkan untuk menunjukkan lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan senjata tersebut.

Pencarian K3 Daewo Masih Berlangsung

Sementara itu, hingga laporan sementara disusun, tim Sektor Bravo masih melanjutkan perjalanan menuju titik yang diduga menjadi lokasi penyimpanan senjata K3 Daewo.

Pencarian tersebut dilakukan bersama Yesias Fatem, yang dalam laporan Satgas disebut sebagai Danyon Mosata. Belum ada informasi mengenai hasil akhir pencarian senjata K3 Daewo dalam laporan sementara tersebut.

Satgas menyatakan, hingga laporan dibuat, tidak terdapat laporan kerugian personel maupun materiil selama pelaksanaan operasi.

Temuan senjata Caracal dan amunisi di Goa Ayata menjadi hasil awal dari operasi gabungan tersebut. Adapun perkembangan pencarian senjata K3 Daewo masih menunggu hasil kegiatan lanjutan di lapangan.(*)

Kontributor: Jhonni

Editor: Abdel Rafi