Silaturahmi ke Sejumlah Kiai di Kediri, Kapolda Jatim Dorong Kolaborasi Jaga Kamtibmas

Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono dan jajaran saat bersilarutahmi ke sejumlah kiai di Kediri, Senin (19/10/2026). (foto: Humas Polda Jatim untuk Cakrawarta)

KEDIRI, CAKRAWARTA.com – Mengawali masa tugasnya sebagai Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memperkuat sinergi dengan para ulama dan tokoh pesantren. Langkah ini ditempuh untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara kepolisian dan kalangan pesantren demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur.

Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian silaturahmi Kapolda Jatim dengan sejumlah ulama di Kediri, Senin (19/10/2026). Salah satu agenda utamanya adalah mengunjungi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M. Anwar Iskandar, di kediamannya yang berada di kompleks Pondok Pesantren Al-Amien, Rejomulyo, Kota Kediri.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara kepolisian, ulama, dan lingkungan pesantren sebagai bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas keamanan sekaligus merawat kerukunan di tengah masyarakat.

Selain menemui KH M. Anwar Iskandar, Irjen Pol Dekananto juga bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh pesantren di Kediri. Mereka antara lain KH Anwar Mansyur di Pondok Pesantren Lirboyo, KH Nurul Huda Djazuli di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, serta KH Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar.

Dalam pertemuan dengan Kiai Anwar, ditegaskan bahwa pemeliharaan kamtibmas bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Partisipasi masyarakat, termasuk kalangan pesantren, juga diperlukan untuk mendeteksi persoalan sejak dini dan menjaga lingkungan tetap aman.

“Jika ada hal-hal yang meresahkan masyarakat maupun pondok pesantren, segera informasikan kepada Bapak Kapolda agar bisa ditangani bersama-sama,” ujar Kiai Anwar.

Ia juga mendorong agar komunikasi antara kepolisian dan para tokoh agama terus diperkuat. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah penyelenggaraan forum silaturahmi yang lebih luas dengan melibatkan ulama dan jajaran kepolisian dari wilayah Mataraman, meliputi Kediri, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, hingga Madiun.

Gagasan tersebut selanjutnya akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan lebih lanjut. Sementara itu, komunikasi antarpihak dapat terus berjalan melalui silaturahmi dan kunjungan langsung.

Bagi Kiai Anwar, hubungan yang erat antara ulama dan kepolisian menjadi salah satu unsur penting dalam membangun suasana masyarakat yang aman, bersatu, dan kondusif. Karena itu, ia turut mendoakan agar kepemimpinan baru di Polda Jawa Timur mampu menjalankan amanah dengan baik.

“Kita doakan mudah-mudahan Bapak Kapolda yang baru beserta seluruh jajarannya berhasil menciptakan Jawa Timur yang kondusif, bersatu, dan aman,” tuturnya.

Ziarah ke Makam Syekh Wasil

Selain bersilaturahmi dengan para ulama dan pengasuh pesantren, Irjen Pol Dekananto bersama rombongan menyempatkan diri berziarah ke makam Syekh Wasil di kawasan Setono Gedong, Kota Kediri.

Juru kunci makam, Muhammad Yusuf Wibisono, membenarkan kunjungan tersebut. Ia menyampaikan harapan agar Polda Jawa Timur semakin optimal dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kapolda Jatim didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jatim, yakni Dirintelkam Kombes Pol Bondan Witjaksono, Dirlantas Kombes Pol Rahmat Hakim, Dirreskrimum Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, serta Dirbinmas Kombes Pol Darman.

Kegiatan tersebut turut disambut Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto dan Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif beserta jajaran.

Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi berkelanjutan antara kepolisian dan para ulama. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran bersama dalam menjaga keamanan, merawat kerukunan, serta menciptakan Jawa Timur yang aman dan kondusif.(*)

Kontributor: Arif Budi P

Editor: Abdel Rafi