Tuesday, April 16, 2024
HomePolitikaNilai Supremasi Hukum Telah Mati, Jokowi Dihadiahi Karangan Bunga

Nilai Supremasi Hukum Telah Mati, Jokowi Dihadiahi Karangan Bunga

Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Nawa Cita (GNC) mendatangi Istana Negara menuntut penuntasan kasus Dana Bansos Sumatera Utara yang ditengarai libatkan Ketua Partai Nasdem, Surya Paloh dan Jaksa Agung, HM Prasetyo, Rabu (13/1/2016).
Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Nawa Cita (GNC) mendatangi Istana Negara menuntut penuntasan kasus Dana Bansos Sumatera Utara yang ditengarai libatkan Ketua Partai Nasdem, Surya Paloh dan Jaksa Agung, HM Prasetyo, Rabu (13/1/2016).
JAKARTA – Istana Negara hari ini, Rabu (13/1/2016) kembali didatangi ratusan massa yang mengatasnamakan Gerakan Nawa Cita (GNC). Masa datang membawa karangan bunga ucapan turut berduka cita sebagai tanda matinya supremasi hukum di Indonesia terkait mandeg-nya penanganan kasus Dana Bansos Sumatera Utara.
Seperti diketahui, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) non-aktif, Gatot Pujo Nugroho dalam kesaksiannya di persidangan pengadilan tipikor tak membantah, ada permintaan dari Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh terkait Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Pemprov Sumatera Utara untuk ditempati oleh pihak dari bos Media Group itu.
Commitment fee antara Gubernur dengan kakaknya Surya Paloh (Rusli Paloh) tentang penempatan pejabat eselon di Pemprov Sumut sebagai kompensasi agar Surya Paloh ikut  membereskan permasalahan kasus korupsi dana bansos  di Kejaksaan Agung via HM Prasetyo telah diakui di persidangan,” kata Ode Kardi, Koordinator Gerakan Nawa Cita (GNC) dalam orasinya di tengah kerumunan  ratusan masa GNC di Istana Negara.
Ode menambahkan keterlibatan Jaksa Agung, HM Prasetyo juga terlihat dari pengakuan istri muda Gatot, Evy Susanti yang menjanjikan commitment fee jika kasus yang melibatkan suaminya dihentikan.
” Begitu juga terhadap Jaksa Agung HM Prasetyo turut disebut akan dijanjikan uang USD 20 ribu dari Evy Susanti jika kasus tersebut dihentikan. Janji itu disampaikan Evy kepada Fransisca Insani Rahesti setelah pertemuan dengan Patrice Rio Capella (Sekjen Partai Nasdem saat itu)”, tegas Ode.
Oleh karena itu, sambung Kardi, pihaknya mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera  mencopot HM Prasetyo dari jabatannya sebagai  Jaksa Agung karena sudah melenceng dari visi Nawa Cita.
“Kami meminta komitmen Presiden Jokowi untuk menegakkan hukum dan memberantas korupsi ‘Papa Minta  SKPD’ dalam kasus Dana Bansos Sumatra Utara” pungkas aktivis antikorupsi tersebut.
(ra/bti)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular