Motor Baca Keliling Menembus Kampung di Kaki Gunung Salak, Ratusan Anak Antusias Membaca

Relawan Mobake dari TBM Lentera Pustaka diserbu anak-anak saat tim tersebut sampai di Kampung mereka di Kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Minggu (31/5/2026). (foto: Yunus)

BOGOR, CAKRAWARTA.com – Jalan berliku dan tanjakan terjal di kawasan kaki Gunung Salak tidak menyurutkan langkah para relawan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka untuk menghadirkan buku kepada anak-anak. Melalui program Motor Baca Keliling (Mobake), mereka menyambangi empat kampung di Kabupaten Bogor, Minggu (31/5/2026), dan melayani lebih dari 120 anak usia sekolah yang antusias membaca buku.

Sejak pagi, delapan relawan TBM Lentera Pustaka berkeliling menggunakan sepeda motor yang membawa ratusan buku bacaan. Perjalanan dimulai dari Kampung Calobak dan Kampung Kemang di Desa Sukaluyu, lalu dilanjutkan ke Kampung Sinarwangi dan berakhir di Kampung Gadog Tengah, Desa Sukajadi.

Di setiap lokasi, anak-anak tampak berkerumun memilih buku yang ingin dibaca. Sebagian duduk di atas tikar yang digelar relawan, sementara yang lain membaca sambil bercengkerama dengan teman-temannya. Orang tua pun turut menyaksikan kegiatan tersebut.

Pendiri TBM Lentera Pustaka, Syarifudin Yunus, mengatakan bahwa program Motor Baca Keliling lahir dari keyakinan bahwa budaya membaca tidak dapat tumbuh tanpa tersedianya akses terhadap bahan bacaan.

“Sering kali minat baca dipersoalkan, padahal akses terhadap buku belum merata. Karena itu, kami berupaya mendekatkan buku kepada anak-anak yang tidak memiliki fasilitas membaca di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Program yang berjalan sejak Februari 2022 itu secara rutin beroperasi setiap hari Minggu. Dengan membawa lebih dari 200 buku bacaan dan perlengkapan sederhana, para relawan menyusuri kampung-kampung yang jauh dari pusat layanan literasi.

Menurut Syarifudin, kehadiran buku secara langsung di tengah lingkungan anak-anak terbukti mampu memunculkan antusiasme membaca. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga saling bertukar buku dan mendiskusikan cerita yang mereka temukan.

Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa ketertarikan anak terhadap buku masih cukup tinggi ketika bahan bacaan mudah dijangkau. Karena itu, upaya memperluas akses literasi dinilai menjadi pekerjaan penting yang perlu terus dilakukan.

Meski kerap menghadapi cuaca yang tidak menentu, termasuk hujan yang sering turun di kawasan kaki Gunung Salak, para relawan tetap menjalankan kegiatan secara konsisten. Bagi mereka, perjalanan menyusuri jalan kampung setiap pekan merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kesempatan belajar yang lebih dekat bagi anak-anak.

Di tengah berbagai tantangan literasi yang masih dihadapi Indonesia, kegiatan sederhana seperti Motor Baca Keliling menunjukkan bahwa akses terhadap buku dapat menjadi pintu awal untuk menumbuhkan kebiasaan membaca. Ketika buku hadir lebih dekat dengan kehidupan anak-anak, semangat membaca pun menemukan ruang untuk tumbuh.(*)

Kontributor: Yunus

Editor: Abdel Rafi