Sunday, July 14, 2024
spot_img
HomeSains TeknologiKesehatanMenkes Kritisi Rendahnya Kualitas Tenaga Kesehatan Indonesia

Menkes Kritisi Rendahnya Kualitas Tenaga Kesehatan Indonesia

Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek.
Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek.

JAKARTA – Saat ini tenaga kesehatan yang benar-benar berkualitas di Indonesia dinilai masih sangat kurang. Demikian kritik dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila Djuwita F. Moeloek saat membuka acara Parade Doktor di Kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Selasa (24/11).

Dampak rendahnya mutu tenaga kesehatan itu membuat pelayanan kesehatan menjadi mustahil diberikan. Terlebih Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan, adalah komponen utama dalam pembangunan sektor kesehatan.

“Tantangan utama dalam pengelolaan SDM kesehatan di tanah air, adalah masih kurangnya jumlah dan mutu tenaga kesehatan serta distribusinya yang belum merata,” ujar Menkes.

Melalui Parade Doktor ini, Kemenkes optimis animo calon SDM kesehatan bertambah. Apalagi, Kemenkes sudah memfasilitasi dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes). Institusi pendidikan dengan doktor-doktor sebagai tenaga pendidik itu, fokus mengembangkan kualitas tenaga kesehatan di Indonesia.

Saat ini, Kemenkes membawahi 38 Poltekkes dengan 18 jurusan dan 398 program studi. Ada 3.645 dosen pendidik dan 98 orang diantaranya bergelar doktor. Saat ini tercatat 58 orang dosen lain yang sedang menempuh pendidikan doktor. Nila berharap, nantinya akan semakin banyak pendidik bergelar doktor, di institusi yang mendidik tenaga kesehatan pada jenjang D-III, D-IV dan S2 itu.

“Oleh karena itu, dengan bertambahnya dosen berpendidikan doktor, makin mendorong Poltekkes untuk meningkatkan kualitas lulusannya,” imbuh istri Menteri Kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan, Faried Anfasa Moeloek itu.

Melalui Parade ini, Nila juga berpesan agar raihan jenjang pendidikan tertinggi sebagai doktor harus diimbangi kerendahan hati. Tujuannya, supaya para doktor tidak sombong, merasa pintar dan takabur. Menurutnya, raihan itu juga harus diimbangi dengan dedikasi dan sumbangsih bagi perbaikan kesehatan masyarakat Indonesia.

(msa/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular