Thursday, February 9, 2023
HomeHiburanMengapa Publik Figur Mudah Berbagi Aib Di Media Sosial?

Mengapa Publik Figur Mudah Berbagi Aib Di Media Sosial?

Ilustrasi. (foto: istock images)

SURABAYA – Kemajuan teknologi tidak selalu berbicara mengenai manfaat melainkan bisa pula terkait sejumlah tantangan yang mesti dihadapi terutama sejak kehadiran media sosial. Masyarakat khususnya publik figur kerap mudah mengumbar aib diri sendiri kepada publik di media sosial.

Menurut pakar psikologi Tiara Diah Sosialita, M.Psi., Psikolog hal pertama yang perlu dilakukan yaitu mencari tahu alasan seseorang mengumbar aib diri sendiri kepada publik. Jika seseorang mengumbar aib sendiri kepada publik itu dilakukan untuk mendapatkan simpati atau memanipulasi, masuk fenomena oversharing.

Oversharing adalah ketika seseorang tidak bisa membatasi diri sendiri dalam membagikan informasi pribadinya kepada publik. Informasi peribadi tersebut dapat berupa pencapaian, kekayaan, kesedihan, bahkan aib. Bisa secara online maupun offline. Meski dianggap wajar, tapi perlu mendapat perhatian khusus. Dikarenakan ada konsekuensi yang besar dari oversharing itu sendiri,” jelas Tiara pada media ini, Senin (26/12/2022).

Tiara menambahkan bahwa oversharing ada beberapa jenis. Pertama yaitu oversharing terkait detail informasi pribadi misalnya foto, dokumen, hingga lokasi terkini. Kedua yaitu oversharing terkait emosi termasuk aib diri sendiri.

“Orang yang oversharing memiliki berbagai macam motif misalnya memiliki trauma seperti diabaikan orang tua, perundungan, hingga tidak pernah diapresiasi. Selain itu, gangguan kecemasan dan kesepian juga bisa menimbulkan oversharing,” imbuh dosen Fakultas Psikologi Unair tersebut.

Untuk menanggulangi oversharing hal pertama yang harus dilakukan, menurut Tiara, dengan menjadi orang yang tidak reaktif dan berfikir sebelum bertindak. Kedua, orang-orang yang impulsif diharapkan dapat menghindari media sosial ketika sedang dalam emosi negatif. Ketiga, seseorang perlu menyelesaikan masalah dalam diri sendiri yang menjadi motif oversharing.

“Bisa juga dengan melakukan aktifitas berupa interaksi offline dan kegiatan yang tergolong me time,” tandasnya mengakhiri keterangan.

(bus/pkip/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular