
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Lembaga Dakwah (LD) PWNU Jawa Timur terus memperkuat konsolidasi organisasi setelah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang. Konsolidasi tersebut tidak hanya dilakukan melalui penguatan hubungan internal kepengurusan, tetapi juga dengan melanjutkan rangkaian program dakwah dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dalam dua tahun terakhir, kepengurusan LD PWNU Jawa Timur tercatat aktif menggelar berbagai kegiatan. Sejumlah program bahkan mendapat animo tinggi dari masyarakat, mulai dari sertifikasi pembimbing haji dan umrah, pelatihan khatib dan imam profesional, hingga halaqah dakwah Islam wasathiyah.
Tiga kegiatan terakhir menjadi bagian dari rangkaian aktivitas tersebut. Pada Agustus 2026, LD PWNU Jawa Timur menggelar Sertifikasi Pembimbing Jamaah Haji dan Umroh di Batu, Malang.
Dari 135 orang yang mendaftar, sebanyak 17 orang tidak memenuhi syarat sehingga peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 117 orang.
Berikutnya, LD PWNU Jawa Timur menggelar Pelatihan Khatib dan Imam Profesional di UPN Veteran pada 19 September 2026. Kegiatan tersebut dibatasi untuk 100 peserta, meskipun jumlah pendaftar mencapai sekitar 300 orang.
Sementara itu, Halaqah Dakwah Islam Wasathiyah yang digelar di Yayasan Insan Kamil Tuban pada 26 September 2026 diikuti sekitar 250 peserta.
Tingginya animo tersebut menjadi salah satu gambaran aktivitas LD PWNU Jawa Timur dalam menjalankan program dakwah sekaligus penguatan kapasitas para pelaku dakwah.
Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, LD PWNU Jawa Timur juga menyiapkan agenda ziarah bersama seluruh jajaran pengurus dan keluarga.
“Untuk itu, insyaAllah, tanggal 6 Oktober nanti, seluruh pengurus LD PWNU Jatim, mulai dari penasehat, pengurus harian, sampai anggota, akan berziarah bersama istri ke makam Sunan Ampel,” kata Ketua LD PWNU Jawa Timur Dr. KH. Syukron Djazilan Badri, M.Ag., M.Pd., di Surabaya, Kamis (1/10/2026).
Ziarah ke makam Sunan Ampel tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antarpengurus. Agenda itu juga menjadi bentuk rasa syukur atas sejumlah perkembangan yang berlangsung di lingkungan NU setelah Muktamar ke-35.
“Selain untuk menambah keakraban di antara sesama pengurus, ziarah bersama tersebut juga untuk mensyukuri berbagai sukses, mulai dari sukses penyelenggaraan dan hasil-hasil Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang, lalu pasca-Muktamar dengan ditunjuknya KH Firjaun Barlaman sebagai Plh Ketua PWNU Jawa Timur, sampai selesainya penyusunan kepengurusan PBNU masa khidmat 2026-2031 (30/9/2026).”
Menurut Kiai Syukron, sejumlah perkembangan tersebut menjadi bagian yang disyukuri oleh jajaran LD PWNU Jawa Timur.
“PBNU dipimpin oleh Kiai Miftah, Gus Kikin dan Gus Gudfan Arif, serta PWNU dipimpin Gus Firjaun. Alhamdulillah, semua itu kami syukuri,” kata Kiai Syukron yang juga Ketua MUI Kota Surabaya.
Ekspansi Program Dakwah
Konsolidasi internal tersebut berjalan beriringan dengan persiapan program dakwah berikutnya. LD PWNU Jawa Timur telah menyiapkan sejumlah agenda yang akan berlangsung hingga 2027.

Program terdekat dijadwalkan pada Desember 2026. LD PWNU Jawa Timur akan berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) untuk menggelar Pelatihan Da’i dan Khatib Muda.
Memasuki Januari 2027, program sertifikasi pembimbing haji dan umrah juga akan kembali digelar. Kali ini, sasaran peserta diperluas dengan target mencakup peserta dari seluruh Indonesia.
“Program LD PWNU Jawa Timur selanjutnya, tutur dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) itu, pada Desember 2026 akan berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) menggelar Pelatihan Da’i dan Khatib Muda. Untuk Januari 2027 menyelenggarakan kembali pelatihan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umroh dengan target peserta dari seluruh Indonesia.”
Rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi LD PWNU Jawa Timur tidak berhenti pada aktivitas internal organisasi. Program dakwah juga diarahkan untuk terus diperluas melalui pelatihan, sertifikasi, kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta pembukaan akses bagi peserta dari luar Jawa Timur.
“Semoga ke depan, LD PWNU Jawa Timur semakin baik lagi,” tutur Kiai Syukron yang juga salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








