Khofifah Maju Caketum IKA Unair, Bustomi: KITA Sambut dan Siap Berkompetisi Secara Sehat dan Demokratis

0
Dimas Oky Nugroho Ketua IKA Unair
Tokoh muda nasional, Dimas Oky Nugroho, salah satu kandidat Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) periode 2021-2025. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Kongres X Ikatan Alumni Unair (IKA Unair) pada 3 Juli 2021 mendatang kian semarak dan menjadi sorotan publik. Hal itu setelah munculnya nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada bursa calon Ketua Umum (caketum) di detik-detik terakhir pendaftaran calon. Namun, hal tersebut dinilai tidak mengejutkan.
Demikian disampaikan Bustomi, juru bicara Kolaborasi Terbaik Alumni Unair (KITA) yang merupakan basis pendukung Dimas Oky Nugroho, tokoh muda nasional yang juga maju dalam bursa Caketum IKA Unair.
“Ya biasa saja. Beliau juga alumnus Unair. Karena tiap Komisariat hanya boleh mencalonkan satu nama ya hak teman-teman IKA FIB mencalonkan Mbak Khofifah. Sudah sesuai aturan AD/ART organisasi,” ujar Bustomi saat dihubungi tim cakrawarta.com, Selasa (15/6/2021)
Pemuda asal Madura itu menegaskan bahwa siapapun calon yang ingin maju dalam pemilihan harus disambut dengan baik dan tentu ke depan siapapun pemenangnya harus siap diajak untuk berkolaborasi bersama meningkatkan konektivitas dan jejaring alumni Universitas Airlangga baik di level nasional maupun internasional. Apalagi Unair telah, sedang dan terus melaju menuju World Class University. Sinergi antar alumni dan Unair menjadi kunci kesuksesan menuju impian besar itu.
“Spirit muda itu fokus pada peningkatan sense of belonging seluruh alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan dunia. Connecting the dots adalah spirit Dimas Oky mempercepat tujuan tercapai. Ini kan kompetisi, jadi KITA siap menuju pemilihan Juli mendatang secara sehat dan demokratis ,” tegas alumnus FISIP Unair itu.
Bustomi menepis tudingan bahwa dengan munculnya Khofifah Indar Parawansa yang merupakan alumnus Ilmu Politik FISIP Unair dalam bursa Caketum IKA Unair, maka Dimas Oky Nugroho akan mundur.
“Tidak mundurlah. Sekali layar terkembang, pantang anak muda itu surut ke belakang apalagi menepi ke dermaga. Justru bagus. Pemilihan yang tradisinya sunyi senyap menjadi semarak, kian kompetitif dan IKA Unair kian diperhitungkan. Intinya KITA menolak aklamasi dan anak muda ingin perubahan. Ini komitmen KITA menjaga prinsip demokrasi dan menjaga marwah Unair sebagai kekuatan masyarakat sipil dan civitas academica yang unggul. InsyaAllah siap dan KITA memenangkan kompetisi. Bismillah,” pungkas Direktur Eksekutif Institute for Strategic and Political Studies (INTRAPOLS) itu.
(afif/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.