Friday, May 24, 2024
HomeEkonomikaKetua SKK Migas Disinyalir Lakukan Pembohongan Publik

Ketua SKK Migas Disinyalir Lakukan Pembohongan Publik

Kordinator Forum Peduli Masela, Muhammad E. Irmansyah.
Kordinator Forum Peduli Masela, Muhammad E. Irmansyah.

JAKARTA – Kisruh soal pengelolaan Blok Masela yang disinyalir memiliki cadangan “abadi” terus berlanjut. Terakhir aksi Kepala SKK Migas, Amin Sunaryadi yang mengeluarkan rilis pers menimbulkan pro dan kontra. Banyak tokoh menyatakan cukup kecewa dengan aksi Amin itu. Apalagi Amin dianggap melakukan pembohongan publik. Demikian disampaikan Kordinator Forum Peduli Masela, Muhammad E. Irmansyah kepada tim cakrawarta.com di Jakarta, Kamis (17/3/2016) petang.

“Pejabat bangsa ini untuk kepentingan asing mereka bisa kehilangan integritas. Telah cukup lama lekat dipandangan masyarakat betapa Sudirman Said sebagai Menteri ESDM bisa berlaku sebagai “jubir” Freeport, peran tersebut seakan muncul pada Amin Sunaryadi ketua SKK Migas. Amin terlihat seperti “juru bicara” Inpex dan Shell saat mengeluarkan rilis pers soal POD Blok Masela,” ujar Irmansyah menyindir aksi Amin yang pada Rabu (16/3/2016) mengeluarkan press release terkait perlunya POD Blok Masela dipercepat.

Menurut Irmansyah, Amin tampak sebagai pihak yang paling khawatir terhadap terputusnya hubungan kerja para karyawan Inpex dan Shell. Padahal, Irmansyah percaya sebagai perusahaan kelas dunia, keduanya punya banyak cabang sehingga dengan muda memindahkan karyawannya kemana saja.

Irmansyah cukup menyesalkan tindakan Amin Sunaryadi yang dinilainya tergesa mengambil kesimpulan bahwa Inpex dan Shell memangkas tenaga kerjanya dan pekerjaan mundur 2 tahun akibat permintaan untuk pengelolaan Blok Masela dengan skema onshore (di darat).

“Padahal sebagai yang pernah berkunjung ke Maluku. Amin tahu, skema onshore ini kehendak yang disuarakan oleh tokoh masyarakat Maluku. Jadi itu pembohongan publik jika menyatakan hasil survey justru masyarakat Maluku menginginkan skema offshore,” tegas Irmansyah.

Sebagai Keetua SKK Migas, menurut Irmansyah seharusnya Amin Suryanadi memahami bahwa penundaan pengembangan proyek LNG dikarenakan harga gas dunia anjlok. Ia mencontohkan bahwa pengembangan proyek LNG di dunia juga ditunda seperti di Brasil, Kolumbia, Norwegia, Puerto rico dan Australia disebabkan oleh faktor keekonomian yakni rendahnya harga crude oil saat ini.

Mengutip pernyataan pengamat migas internasional Dr. Fesharaki, Irmansyah menyatakan bahwa sebagian besar proyek LNG akan ekonomis di harga minyak antara USD 80-90/barel, kini harganya justru turun bebas menjadi USD 30-40/barel.

Pengelabuan fakta oleh Amin Sunaryadi sebagai Ketua Migas menurut alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, cukup keterlaluan. Menurutnya Inpex dan Shell belum menjadi pembeli gas, karena itulah mengapa belum ada satupun asuransi yang berani menjamin.

Irmansyah menambahkan bahwa proyek Masela yang dipaksakan Amin dengan skema di laut ini belum punya kontrak pembeli. Kalau calon pembeli gas belum ada, maka itu artinya POD (Plan of Development) belum disetujui. “Kalau POD belum disetujui, maka tidak ada eksekusi pengembangan,” imbuh Irmansyah.

Jika belum ada eksekusi pengembangan, tentunya tidak akan ada pekerjaan fisik di lapangan. Kalau rencana pengembangannya belum ada, maka staf yang disiapkan untuk melakukan perencanaan pengembangan dan eksekusi di lapangan tidak bekerja. Jika tidak ada pekerjaan, maka dilakukan pengurangan jumlah pekerja. Jadi intinya menurut Irmansyah karena situasi harga minyak dunia yang rendah dan tidak masuk pada aspek keekonomian serta belum adanya calon pembeli gas jangka panjang, itulah penyebab penundaan proyek pengembangan Blok Masela.

Namun, dirinya sangat menyayangkan jika sekelas Ketua SKK Migas justru memaparkan data yang tak sesuai fakta. Karenanya, pihak Forum Peduli Masela menyarankan Amin selayaknya tidak lagi menyandang jabatan sebagai Ketua SKK Migas.

“Sebagai masyarakat yang peduli terhadap nasib bangsa ini, dan punya wewenang menjaga kekayaan SDA kita, kami sangat kecewa dengan kualitas dan integritas Amin Sunaryadi. Sudah sangat layak dicopot oleh Jokowi dari Ketua SKK Migas,” pungkas Irmansyah.

(bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular