Jembatan Garuda di Nganjuk Diresmikan, Buka Akses Ekonomi Warga

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin saat menyerahkan bantuan sosial dalam momen peresmian Jembatan Garuda di Kabupaten Nganjuk, Kamis (13/8/2026). (foto: Pendam V/Brw untuk Cakrawarta)

NGANJUK, CAKRAWARTA.com – Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, resmi digunakan setelah diresmikan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kamis (13/8/2026). Kehadiran jembatan tersebut diharapkan membuka akses warga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan pertanian di wilayah perdesaan.

Peresmian jembatan itu menjadi bagian dari peluncuran 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih di berbagai daerah di Indonesia yang dilakukan secara serentak melalui konferensi video bersama Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan di Nganjuk diikuti sekitar 500 orang. Sebelum menuju lokasi jembatan, Pangdam V/Brawijaya bersama rombongan diterima Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Arm Untoro Hariyanto, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Nganjuk di Balai Desa Karangsono, Kecamatan Loceret.

Pangdam kemudian menuju Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng. Rangkaian kegiatan diawali dengan penayangan dokumentasi pembangunan Jembatan Garuda di sejumlah daerah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Presiden Prabowo secara daring.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang terus memberikan pengabdian kepada masyarakat. Menurut Presiden, TNI dan Polri tidak hanya memiliki peran dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan.

“Dengan mengucap Bismillah saya resmikan Jembatan 2.500 Garuda dan 3.000 titik air bersih di berbagai daerah di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo dalam rangkaian peresmian tersebut.

Presiden juga menekankan pentingnya kehadiran negara melalui pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat. Infrastruktur dasar, termasuk jembatan dan akses air bersih, dinilai memiliki arti penting bagi peningkatan kualitas hidup dan konektivitas masyarakat.

Rangkaian acara kemudian diisi dialog interaktif Presiden dengan penerima manfaat Jembatan Garuda dan program air bersih. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian sembako kepada masyarakat sekitar dan foto bersama.

Usai peluncuran secara nasional, Pangdam V/Brawijaya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk meresmikan secara langsung Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng.

Pangdam bersama rombongan juga meninjau kondisi jembatan dan pembangunan infrastruktur pendukung sebelum melanjutkan perjalanan menuju Surabaya.

Buka Akses Ekonomi

Jembatan Perintis Garuda di Nganjuk menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah perdesaan. Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah mobilitas warga sekaligus membuka akses terhadap kegiatan ekonomi dan pertanian.

Selama ini, keberadaan infrastruktur penghubung menjadi salah satu faktor penting bagi masyarakat desa untuk menjangkau pusat pelayanan, pasar, serta wilayah produksi. Dengan konektivitas yang lebih baik, aktivitas masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien.

Peresmian tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara TNI Angkatan Darat dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur perdesaan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Kehadiran akses penghubung juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian lokal dan memperluas kesempatan masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayahnya.

Melalui kerja sama berkelanjutan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Genjeng dan wilayah sekitarnya.

Jembatan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari penguatan konektivitas antar kawasan di Nganjuk serta mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi perdesaan secara berkelanjutan.(*)

Kontributor: Bambang

Editor: Abdel Rafi