ITD Unair dan BRIN Bersinergi, Buka Peluang Lahirnya Inovasi Kesehatan Nasional

Momen diskusi dalam kunjungan Tim ITD dan DRI Unair ke Kantor BRIN di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026). (foto: ITD Unair untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi dalam pengembangan riset kesehatan. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang lahirnya berbagai inovasi di bidang kesehatan nasional, mulai dari pengembangan obat, vaksin, alat diagnostik, hingga penguatan riset penyakit infeksi tropis.

Penguatan kerja sama itu mengemuka dalam kunjungan delegasi ITD dan Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Unair ke Organisasi Riset (OR) Kesehatan BRIN di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (30/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan balasan atas lawatan BRIN ke ITD Unair pada Selasa (21/4/2026) sekaligus menjadi momentum mempererat kolaborasi antar lembaga.

Ketua ITD Unair, dr. Priyo Budi Purwono, M.Si., Sp.MK., Ph.D., mengatakan bahwa kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antarinstitusi, tetapi juga memperkuat komitmen kedua belah pihak dalam menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat.

“Kami ingin mempererat kerja sama antara ITD Unair dan BRIN, khususnya dalam penelitian penyakit infeksi tropis yang masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Harapannya, kolaborasi ini dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian kesehatan nasional,” ujar Priyo dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Menurut Priyo, selama lebih dari 20 tahun ITD Unair berkomitmen mengembangkan riset penyakit infeksi tropis, seperti tuberkulosis, malaria, hepatitis, hingga berbagai penyakit zoonosis. Kini, arah penelitian terus berkembang, tidak hanya pada riset dasar, tetapi juga surveilans penyakit, pengembangan bioproduk berupa obat, vaksin, dan kit diagnostik, hingga pelaksanaan uji klinis bersama Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Prof. Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si., menyambut baik kunjungan delegasi Unair. Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Unair tersebut menilai hubungan antara BRIN dan Unair selama ini telah terjalin melalui berbagai kolaborasi penelitian, meski sebagian besar masih berlangsung antarpeneliti.

Ia berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama pada tingkat institusi sehingga mampu menghasilkan lebih banyak riset strategis yang didukung berbagai skema pendanaan, baik dari BRIN maupun mitra eksternal.

Selain penguatan riset, menurut Indi, peluang kolaborasi juga terbuka dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk program pendidikan doktoral bagi peneliti BRIN maupun dosen dan peneliti Unair.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Direktorat Riset dan Inovasi Unair, Dr. Purwo Sri Rejeki, menjelaskan bahwa Unair terus mendorong pengembangan research group, pusat riset, dan Pusat Unggulan IPTEKS Perguruan Tinggi (PUI-PT) melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Menurut dia, BRIN menjadi salah satu mitra penting karena membuka peluang pendanaan riset setiap tahun yang dapat dimanfaatkan para peneliti untuk mengembangkan penelitian sesuai peta jalan masing-masing.

Lebih jauh, kata Priyo, dalam pertemuan tersebut juga mengemuka gagasan membentuk pusat riset konsorsium antara Unair dan BRIN pada sejumlah topik strategis. Konsorsium itu diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi berbasis riset yang mendukung kemandirian kesehatan Indonesia.

Kunjungan diakhiri dengan peninjauan sejumlah fasilitas riset unggulan BRIN, antara lain laboratorium genomik dan fasilitas Cryogenic Electron Microscopy (Cryo-EM) yang menjadi salah satu fasilitas paling maju di Asia Tenggara. Kedua institusi juga membahas peluang pemanfaatan fasilitas riset secara bersama untuk meningkatkan kualitas penelitian nasional.

Sinergi antara ITD Unair dan BRIN tersebut diharapkan menjadi fondasi yang lebih kuat bagi pengembangan ekosistem riset kesehatan di Indonesia, sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan penyakit infeksi tropis dan kebutuhan layanan kesehatan di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut dari perwakilan BRIN OR Kesehatan diantaranya Kepala OR Kesehatan Prof. Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si beserta jajaran Kepala Pusat Riset dibawah OR Kesehatan, Pusat Riset Biomedis, Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis, Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman dan Pusat Riset Veteriner.

Sedangkan dari UNAIR, perwakilan dari ITD Unair dr. Priyo Budi Purwono, M.Si., Sp.MK, Ph.D, Laura Navika Yamani, S.Si., M.Si., Ph.D, Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam drh, dr. Khanisyah Erza Gumilar, Sp.OG, Subsp.K.Fm, Ph.D dan Zayyin Dinana, drh., M.Si dan perwakilan dari DRI antara lain, Dr. Purwo Sri Rejeki dr., M.Kes dan Yanuardi Raharjo, S.Si., M.Sc., Ph.D.(*)

Kontributor: Laura
Editor: Abdel Rafi