Sunday, July 14, 2024
spot_img
HomeEkonomikaNasionalIronis Jika Mega Minta KPK Dibubarkan

Ironis Jika Mega Minta KPK Dibubarkan

Megawati Soekarnoputri Dalam Seminar Nasional Kebangsaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8). (Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA)
Megawati Soekarnoputri Dalam Seminar Nasional Kebangsaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8). (Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA)

JAKARTA – Pernyataan mengejutkan mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri untuk membubarkan KPK yang hanya lembaga ad hoc mendapatkan banyak kritik dari berbagai tokoh nasional lainnya. Salah satunya datang dari mantan Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI periode 1985-1998, Ali Mahsun. Ia menilai rencana Ketua Umum PDIP tersebut sebagai ironi.

Setback, ironi dan sungguh paradoks keinginan Megawati Soekarnoputri membubarkan KPK. Rakyat dan bangsa Indonesia yang saat ini makin sengsara hidupnya terlukai dan sakitnya “tuh disini”. Ibu Pertiwi semakin deras air matanya. Lebih dari itu, keinginan Megawati tak ubahnya sebuah pengkhianatan terhadap cita-cita luhur para pejuang dan pendiri bangsa dan Negara RI sebagaimana amanah Pembukaan UUD 1945. Karena korupsi di Indonesia makin sistemik dan massif seperti penyakit kanker akut yang menyebar ke seluruh tubuh, menggerogoti dan bangkrutkan negara, serta makin sengsarakan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, jika Indonesia ingin segera keluar dari keterpurukan, maka setiap upaya anti korupsi wajib dilawan bersama-sama,” ujar Ali pada Cakrawarta di Jakarta Selasa (18/8).

Menurut Ali, pernyataan Megawati itu adalah kado terburuk pada momentum HUT Kemerdekaan RI ke-70.

“Ibu Mega sebagai Presiden RI ke-5 pada Dirgahayu RI Ke-70 ini telah memberikan kado kepada rakyat dan bangsa Indonesia. Pernyataan tersebut makin membopengkan wajah Indonesia, menderaskan cucuran air mata Ibu Pertiwi dan mencederai cita-cita leluhur dan pendiri bangsa yang ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945. Bahkan Kado ini sungguh diluar kepatutan karena KPK lahir saat pemerintahan Mega sendiri,” tambah deklarator PALAPA LIMA INDONESIA itu.

Ali mensinyalir pelemparan isu pembubaran KPK tersebut karena Megawati ketakutan mengingat KPK tengah serius menggarap kasus BLBI yang dinilai banyak pihak Mega memiliki andil dalam kasus tersebut.

“Jangan bermain api kalau tidak ingin rasakan pedihnya luka bakar. Jangan karena takut terbakar BLBI lantas KPK akan dibubarkan. No Way! Untuk itu, APKLI tolak dan mengecam keinginan Megawati membubarkan KPK. Ada KPK saja korupsi merajalela bangkrutkan negara dan sengsarakan rakyat apalagi KPK dibubarkan”, ujar tokoh yang juga Ketua Umum DPP APKLI itu.

Ali menilai, akhir-akhir ini tata kelola bangsa dan negara RI makin distortif, tambah karut marut dan kehilangan arah. Menurutnya, pemerintah saat ini mengabaikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara, serta mengutamakan kepentingan diri sendiri, golongan bahkan kepentingan bangsa asing.

“Disaat rakyat makin sengsara hidupnya akibat anjloknya daya beli mereka, Ketua Umum DPP PDIP (the ruling party) akan membubarkan KPK. Keinginan Mega memperkeruh kondisi negara dan bangsa yang saat ini dalam fase dangerously. Oleh karena itu, saatnya ada Gerakan Oposisi Nasional untuk Indonesia, sebuah gerakan bersama untuk menyelamatkan Indonesia,” pungkas penggagas Gerakan Oposisi Nasional (GONA) Untuk Indonesia itu.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Kebangsaan di Kompleks Parlemen (18/8), menyampaikan ada saatnya KPK untuk dibubarkan karena hanya merupakan lembaga ad hoc. Saat itu adalah ketika korupsi tak ada lagi di bumi nusantara.

(am/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular