Berita Terpercaya Tajam Terkini

Imbas Flu Wuhan, Masker Langka di Hongkong dan Harga Jualnya Melangit

Wijiati Supari (paling kanan, depan) dan sejawatnya sesama TKW di Hongkong selalu memakai masker apabila beraktivitas di luar ruangan. (foto: wijiati supari)

 

HONGKONG – Merebaknya virus Corona jenis baru yang pertama kali ditemukan di Wuhan (Tiongkok) kian membuat resah warga Hongkong. Lebih-lebih di kalangan warga negara Indonesia (WNI) yang tengah bekerja atau studi disana. Menurut laporan kontributor cakrawarta.com, di Hongkong kini telah terjadi kelangkaan masker.

“Kelangkaan sudah terjadi sejak Imlek. Bahkan harga masker disini sangat mahal sejak merebaknya berita mengenai virus Corona Wuhan itu,” ujar Wijiati Supari kepada redaksi cakrawarta.com, Jumat (31/1/2020) malam.

Menurut TKW asal Ngawi tersebut, harga masker di Hongkong sudah mulai keterlaluan mahalnya. Bahkan di kalangan sesama warga Indonesia di sana, harga jualnya luar biasa melangit. Harga bergerak mulai Rp 60.000,- per kotak hingga terus pada angka yang sangat fantastis di beberapa “spekulan”.

“Ini bahkan ada kasus, kulakan masker cuman seharga Rp 27.000,- malah dijual disini sampai Rp 1 jutaan. Mereka melakukan pembelian daring. Bahkan di salah satu markeplace selain stoknya langka harga selangit. Ini benar ugal-ugalan,” imbuh Wijiati dengan nada geram.

Dirinya menambahkan bahwa banyak pemain yang mengambil kesempatan dari situasi yang terjadi di Hongkong. Kekosongan suplai masker yang terjadi sejak Imlek itu seperti dimanfaatkan beberapa oknum untuk mengeruk keuntungan.

“Bagaimana ya. Sudah tahu disini darurat masker masak ya tega langsung “main harga” begitu. Kan ini juga persoalan kemanusiaan. Soal empati,” sindir wanita penggemar fotografi itu.

Wijiati berharap, hal ini menjadi perhatian pemerintah karena imbas dari “permainan” harga masker di Hongkong oleh segelintir oknum itu juga dapat merugikan warga Indonesia yang di sana sebagai konsumen.

“Saya harap pemerintah juga memberikan perhatian soal isu ini. Karena kita belum tahu sampai kapan situasi ini akan mereda. Jika lama, maka spekulan harga seperti itu akan bisa makin naik ke depannya,” pungkas wanita yang berencana segera kembali ke Indonesia ini.

(ws/bti)

Comments are closed.