Thursday, March 26, 2026
spot_img
HomePendidikanGus Baha: Jangan Putus Silaturahmi dari Garis Ibu, Ada Teladan dari Nabi

Gus Baha: Jangan Putus Silaturahmi dari Garis Ibu, Ada Teladan dari Nabi

KH Ahmad Bahauddin Nursalim. (foto: istimewa)

REMBANG, CAKRAWARTA.com – Ulama kharismatik KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengingatkan pentingnya menjaga hubungan keluarga dari garis ibu. Pesan tersebut, menurut dia, merupakan ajaran yang kerap ditekankan oleh gurunya, KH Maimoen Zubair (Mbah Mun), dan memiliki teladan kuat dalam sejarah Nabi Muhammad.

Dalam sebuah pengajian, Gus Baha menyampaikan bahwa seseorang tidak seharusnya memutus hubungan dengan keluarga dari pihak ibu, meskipun secara nasab garis keturunan umumnya ditarik dari pihak ayah.

“Jangan sampai memutus hubungan keluarga dari ibu. Itu pesan yang sering diulang oleh Mbah Mun,” ujar Gus Baha.

Ia menjelaskan, dalam tradisi Islam, silsilah memang mengikuti garis ayah. Namun, hubungan kekeluargaan dari pihak ibu tetap memiliki nilai penting, baik secara sosial maupun spiritual.

Gus Baha kemudian mencontohkan kisah keluarga Nabi Muhammad. Ia menyebut, kakek Nabi memiliki keterkaitan dengan Bani Najjar dari jalur ibu. Hubungan ini kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan dakwah Nabi.

Menurut dia, keberadaan keluarga dari pihak ibu memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan Nabi, termasuk ketika berada di Madinah. “Di Madinah, Nabi justru memilih tinggal di lingkungan Bani Najjar, yaitu keluarga dari garis ibu,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwa kedekatan tersebut terlihat dalam berbagai peristiwa, termasuk ketika Nabi menerima tawaran dari kalangan Bani Najjar, seperti pembangunan mimbar untuk keperluan khutbah.

Gus Baha menilai, hal itu menunjukkan bahwa hubungan keluarga dari pihak ibu tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan dakwah.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa dalam realitas kehidupan, tidak semua relasi dari garis ayah selalu sejalan. Sebaliknya, dukungan dari keluarga ibu justru sering menjadi penguat. “Dalam sejarah Nabi, ada keluarga dari pihak ayah yang tidak mendukung, tetapi dari pihak ibu justru menjadi penolong,” ujarnya.

Melalui penjelasan tersebut, Gus Baha mengajak masyarakat untuk menjaga silaturahmi secara utuh, baik dari garis ayah maupun ibu, sebagai bagian dari nilai luhur dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.(*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular