Tuesday, April 16, 2024
HomePolitikaGaya Berpolitik Di Indonesia Dinilai Mundur, Fahd Bapera: Dunia Global Sudah Bergeser,...

Gaya Berpolitik Di Indonesia Dinilai Mundur, Fahd Bapera: Dunia Global Sudah Bergeser, Kita Kok?

Ketum DPP BAPERA Fahd el-Fouz A Rafiq dalam suatu acara organisasi beberapa waktu lalu di Jakarta. Menurutnya Indonesia harus mengejar ketertinggalan dengan tidak terjebak pada pola berpolitik ala perang dingin. (foto: istimewa)

JAKARTA – Status sebagai negara adidaya tersisa pasca runtuhnya Uni Soviet sehingga menjadi the one and only bagi Amerika Serikat (AS), tentu menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus terus melakukan langkah-langkah strategis agar posisi sebagai kampiun dunia terus terjaga.

Negeri Paman Sam yang telah menjadi Polisi Dunia sejak berakhirnya Perang Dunia II itu tentu telah melakukan persiapan matang sejak awal agar statusnya tak terganggu termasuk ketika mulai mendapatkan tantangan baru dari Rusia (eks Uni Soviet terbesar). Setidaknya ada gelagat AS menginginkan untuk mengikuti jejak Romawi Kuno yang berkuasa sejak abad 31 SM hingga 276 Masehi.

Hal tersebut disampaikan oleh politikus muda sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Barisan Pemuda Nusantara (DPP BAPERA) Fahd El-Fouz A Rafiq dalam sebuah diskusi ringan di Jakarta, Selasa (14/2/2023).

Menurut Fahd, ada sebuah film propagandis AS yang membuat dunia tercengang dan disinyalir menjadi semacam “misi rahasia”nya terkait mesin waktu. Hal tersebut terlihat bagaimana film yang dibuatnya memiliki kemiripan kalau tidak mau dikatakan kesamaan dengan apa yang terjadi di masa kini.

“Film ini hampir tidak meleset dari perkiraan awal. Kita telah melihat beberapa prediksi dari film The Simpsons yang menjadi kenyataan. Mulai dari penampilan Super Bowl dari Lady Gaga, lalu kepemimpinan Donald Trump sebagai Presiden AS hingga kasus Covid-19 dan lainnya,” beber Fahd.

Belajar analisa film dari The Simpsons, Fahd memprediksi bahwa AS dan dunia tahun 2023 ini akan mengalami inflasi dan krisis ekonomi, lalu terjadi perang AS-China dan perkiraan serangan nuklir, adanya wabah virus zombie yang dihidupkan kembali dari bawah Danau Siberia yang telah membeku, pencalonan kembali Donal Trump sebagai Presiden AS hingga adanya penelitian besar-besaran di Planet Mars.

“Satu hal yang sangat mencengangkan dunia adalah sebelum perang meletus pada Februari 2022 lalu yakni ketika Rusia “menginvasi” Ukraina yang diikuti sekutunya NATO sebagai langkah awal sebelum merembet. Ternyata kode perang ini sudah dipersiapkan sebelumya,” ujar putra penyanyi dangdut A Rafiq itu.

Fahd menjelaskan bahwa ketika di Indonesia internet booming, khususnya di warung-warung internet dan saat ini sudah berpindah ke ponsel khsususnya untuk game of war, maka mulailah aksi vandalisme, aksi premanisme yang menjadi awal provokasi.

“Kan terlihat dimana banyak dari kita, semuanya digiring untuk memainkan game tersebut. Lalu apa hubungannya dengan game? Menurut saya, game itu lebih pada propaganda perang yang menandakan bahwa dunia ke depan ya bakal tidak baik baik saja. Dan akan cenderung ke arah game tersebut,” paparnya.

Mantan Ketum PP AMPG ini berpendapat bahwa ahli perang ekonomi di Pentagon menyiapkan strategi penanganan ekonomi AS ketika pandemi Covid-19 lalu dengan melakukan printing money senilai lebih dari USD 3 Triliun dollar atau setara dengan 15 kali APBN Indonesia.

“Dana tersebut untuk dibelikan crypto yang kemudian ditahan sebentar, yang tak lama kemudian dibuang agar dunia crypto jadi hancur,” ungkapnya.

Dalam strategi cetak uang untuk menangani pandemi AS itulah, ada alokasi 10-15% ternyata sebagian dipakai untuk menyerang cypto currency.

“Singkatnya gini, crypto itu kan bitcoin dimana dianggap sebagai ancaman dollar terbesar di masa depan yang harus dimusnahkan oleh satu peluru yaitu printing money berbasis short selling crypto. Ya apa nggak canggih itu serangan ekonomi AS,” tukasnya.

Karena itulah, menurut Fahd, betapa canggihnya System Defense dari Dollar AS itu, yangmana MMT bisa buat senjata dalam currency war.

“Memang canggih ahli-ahli di Pentagon itu. Yang jadi pertanyaan kan kenapa harus ada perang mata uang? Currency warfare dilancarkan tidak lain demi survival of the nation tadi. Demi utuhnya kehidupan sebuah negara. Maka berperang atau menciptakan peperangan jadi dipentingkan. Walaupun tentu damai itu lebih baik kan?” ujarnya retoris.

Menengok Indonesia, Fahd mencoba melakukan komparasi antara era reformasi dan Perang Dingin. Menurutnya, Perang Dingin berlangsung sejak AS menggunakan doktrin Harry Truman pada 1948 dimana mereka menerapkan politik pembendungan atau containment policy untuk menghadapi ancaman komunisme internasional, yaitu perang ideologi. Dan ternyata pola itu dipakai di Indonesia sekarang.

“Kita melihat telah terjadi pergeseran cara main politik global yang sangat canggih. Lah kok kita malah mundur ke belakang. Makanya, wajar jika selama kurang lebih 20 tahun ini negeri ini kental dengan konflik dan intrik kelompok dan kroni. Hal ini yang membuat negara ini lama majunya. Bisa dipastikan jika masih menggunakan pola lama sementara dunia global sudah terjadi pergeseran sedemikian rupa, justru kita akan terus terjebak dalam middle income trap dan tetap di papan tengah sebagai negara berkembang bukan negara maju,” tandas terus Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar itu mengakhiri keterangannya.

(asw/bus/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular