Tuesday, June 25, 2024
spot_img
HomePolitikaFahd BAPERA: Perang Rusia-Ukraina Itu Proxy War-nya AS, Bukan Perangnya Zelensky!

Fahd BAPERA: Perang Rusia-Ukraina Itu Proxy War-nya AS, Bukan Perangnya Zelensky!

Ketua Umum DPP BAPERA Fahd El-Fouz A Rafiq. (foto: bapera)

JAKARTA – “Memahami peta geopolitik luar negeri itu penting, karena kita paham kemana musuh kita akan bergerak khususnya dari luar negeri. Subjektivitas saja, lamanya kita di jajah oleh para kolonial (Portugis, Jepang, inggris, bBelanda) karena kurangnya memahami peta politik luar negeri dan ancaman dari luar secara serius. Indonesia yang dahulu merupakan kerajaan. Saat itu kita kalah canggih sehingga negara lain mudah sekali mengkolonialisasi bumi Nusantara,” ucap Fahd A Rafiq di Jakarta pada, Kamis (30/3/2023).

Ketum DPP BAPERA tersebut mengatakan, “terkait perang Rusia-Ukraina, Fahd menyebutkan Ukraina itu salah kelola negara dan sangat ketergantungan akut dengan bangsa asing dalam kebijakan bernegaranya. Bersama kita juga mengingatkan betapa kejamnya negara negara imperialis, yang terlihat dominan saat ini adalah Amerika Serikat dan Tiongkok.”

Mantan Ketum PP  AMPG ini menambahkan, di abad ke-21, Tiongkok fiks menantang Amerika Serikat. yang perlu diketahui publik itu ia punya 800 pangkalan militer di 80 negara, terbanyak di Jerman dan Jepang dikarenakan dua negara inilah yang dominan pada perang dunia II. Sedangkan terbanyak ketiga ada di korea selatan ada 15 pangkalan militer karena terkait pengaruhnya di sana yaitu soal  Demokrasi sedangkan tetangganya Korea Utara menganut paham komunis.

Disamping itu, Fahd menambahkan Tiongkok telah berhasil membangun armada Angkatan lautnya sejak 2017 di Djibouti (Benua Afrika) dan sejak saat itu Amerika mengalihkan anggaran perangnya dari kontra terorisme ke kawasan Indo pasifik untuk mengawasi Gerak Tiongkok.

Dana yang digelontorkan itu 150 Milliar Dollar USA/tahun untuk membangun pangkalan militer. Selanjutnya negeri tirai bambu ini akan bangun pangkalan militer di Timor Leste, Myanmar, Thailand, Pakistan, Srilanka, UEA, Seychelles, Tanzania, Angola dan Tajikistan. Yang pasti tantangan terbesar Amerika di masa depan adalah Cina dikarenakan jangakauannya lebih luas.

Ya Intinya saya terhadap perang Rusia-Ukraina dihentikan dengan segera saat ini. Untuk hal itu sangat mungkin terjadi, namun kita tahu, semua pihak tidak ada yang ingin perang ini berhenti dengan segera. Cara menghentikan perang Rusia-Ukraina dengan usulan sederhana  yaitu dengan duduk di meja perundingan dan apa yang terjadi pada saat ini misalnya 20% wilayah ukraina diberikan ke Rusia, yang artinya Rusia menang perang. Namun efek dari hal ini adalah kerusakan tidak bertambah dan berhenti sampai disini, perang berakhir dan tidak ada korban jiwa. Yang jadi pertanyaan Zelensky mau melakukan ini atau tidak?

Lalu usul kedua, di elit pejabat Amerika Serikat bahwa untuk menyelesaikan perang adalah dengan mengalahkan Vladimir Putin sesegera mungkin. Dan sekali lagi, apa yang dipikirkan elit Amerika tidak benar dan sulit mengalahkan putin di medan perang sekarang. Pernyataaan Joe Biden dengan percaya dirinya kita akan mengalahkan Putin dengan keyakinan 100% adalah propaganda kampanye ala politisi dikarenakan USA akan pilpres sebentar lagi dan pemilu tengah tahun sudah dimenangkan Partai Republik.

Lebih lanjut, Amerika Serikat menang 100% dan putin kalah masih menjadi hal yang mustahal. Bagaimana mengalahkan negara yang punya 1600 hulu ledak nuklir. Bukan hanya Amerika yang berfikir begitu, Uni eropa atau eropa barat juga berfikir demikian, mereka bisa mengalahkan putin menurut mereka, walau harga energi di Eropa sudah naik 7 kali lipat penduduknya menderita parah dibandingkan tahun lalu, Amerika soal energi masih aman aman saja.

Bahkan sejak 2 tahun yang lalu. Secara territorial ukraina telah terambil 20% apa yang telah terjadi saat ini membuktikan bahwa putin sudah menang, dan kita harus mengingatkan masyarakat Ukraina terutama para pejabatnya disana khususnya Zelensky untuk mulai berpikir tentang rakyat dan negaranya untuk stop percaya pada sekutu barat. Stop jadi proxy war-nya Amerika perang terhadap Rusia. Sekali lagi, perang ini bukan perang ukraina tapi ini adalah proxy war barat, Proxy Amerika perang, di lahannya ukraina untuk melemahkan Rusia.

“Sadarlah Zelensky karena negaramu akan hancur!!! Tragedy hancurnya ukraina adalah karena kegagalan elit ukraina melihat barat dan proxy war ini. Mungkin karena pemimpinnya mantan pelawak dan entertain dianggap perang ini hiburan kali ya,” tegasnya.

Karena itu, Fahd menghimbau untuk para pejabat elit Ukraina, apa yang terjadi di Afganistan dalam 20 tahun terakhir ini, perang terjadi bolak balik disana, mulai dari Soviet, mujahidin, lalu balik Amerika, Taliban lagi. Hancur itu kehidupan di afganistan karena perang panjang. Itu semua karena invasi militer Amerika.

“Jangan termakan dengan propaganda menolongnya Amerika. Lihatlah Vietnam, kamboja, laos, Iraq, Libya, suriah. Apa mereka ditolong amerika? sama juga ketika dia menolong kalian ukraina, ukraina pasti hancur kedepannya hanya jadi mortir saja,” tukasnya.

Menurut pandangan elit pejabat Amerika, lanjut Fahd, sejak tahun 1992 mereka percaya bahwa USA adalah satu satunya negara super power dan harus begini selamanya sebagai world only super power (jadi amerika harus mengendalikan dunia) selamanya. Wahai rakyat Ukraina kalian ini sulit menentukan hidup kalian kalau sudah ditangan Amerika ke depan mau ekonomi, militer anda sudah dikunci dan sudah jadi alat barat. Apapun yang Amerika lakukan dengan menjadikan Ukraina anggota NATO lalu dengan itu maka barat akan punya pangkalan Militer disana.

Amerika akan bangun pangkalan militer di Ukraina dan inilah ancaman bagi rusia, ini semua adalah Nation threat-nya rusia. Contoh lain negara Mexico itu Nation threat-nya Amerika dan Mexico ingin kerja sama dengan tiongkok, dan jika cina bangun pangkalan militer disana hanya dalam hitungan menit Amerika pasti menyerbu Meksiko karena hal itu menjadi ancaman Amerika. Contoh lagi Venezuela di bikin hancur ekonominya karena ekspor minyak ke Tiongkok.

Fahd mengatakan bahwa Kanselir Jerman Olaf scholz pada Januari 2022 pernah menemui Putin. Ketika Putin sudah gelar senjatanya di perbatasan Ukraina. Dengan mengatakan Jerman tidak setuju dengan perluasan anggota NATO namun Putin menjawab Jerman bukan penentu NATO, Amerika yang menentukan dan terbukti sekarang. Nato adalah sekutunya Amerika bukan sekutunya Jerman.

Sebagaimana kita semua tahu, lanjut Fahd, dalam dunia unipolarnya Amerika, ada dua musuh ancaman nyata amerika yang pertama adalah Rusia, yang kedua adalah Tiongkok. Bagi Amerika, Rusia adalah minor jago regional bukan global player. Perlu dicatat Rusia punya deposit mineral besar, natural resources-nya besar dan memiliki wilayah dengan 11 time zone, alias 4 kali wilayah Indonesia.

Menurut Fahd, ancaman kedua Amerika adalah Tiongkok yang sesungguhnya karena Amerika hingga saat ini masih mencari formulanya untuk meng-counter dengan tepat. Salah satu strategi Amerika adalah dengan main keras sampai Rusia kalah, karena kalau tidak kalah atau Rusia menang, pasti Tiongkok akan melakukan hal yang sama nantinya dengan Taiwan dan Amerika akan kalah lagi.

“Satu hal yang penting untuk rakyat ukraina adalah Amerika membantu Ukraina bukan membela kalian, tapi untuk melemahkan Rusia, dan untuk menunjukkan kepada dunia Amerika masih super power dimana perang di ukraina adalah efek gentar kepada Tiongkok untuk tidak melakukan hal yang sama,” tutup Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar.

(asw/bus)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular