Tuesday, June 18, 2024
spot_img
HomeInternasionalDua Seniman Indonesia Pamerkan Karyanya Dalam Pameran Instalasi Seni “See You, See...

Dua Seniman Indonesia Pamerkan Karyanya Dalam Pameran Instalasi Seni “See You, See Me” Di Singapura

Salah satu karya seniman seni instalasi Indonesia, Herry Dono yang ditampilkan dalam rangkaian pameran Seni Instalasi “See You, See Me” di National Galery Museum, Singapura mulai Sabtu (14/10/2023) hingga Minggu (4/2/2024) mendatang. (foto: KBRI Singapura)

SINGAPURA – Dua seniman seni instalasi Indonesia, Herry Dono dan almarhum Krisna Murti menampilkan dua karya seni instalasi dalam rangkaian pameran Seni Instalasi “See You, See Me” di National Galery Museum, Singapura. Pameran ini diselenggarakan mulai Sabtu (14/10/2023) hingga Minggu (4/2/2024) mendatang di The Ngee Ann Kongsi Concourse Galeri dan terbuka untuk umum.

Pameran tersebut, menurut Direktur Kurasi dan Koleksi National Galery Museum Singapura, Horikawa Lisa, bertujuan membawa pengunjung dan penikmat seni sebuah perjalanan kembali ke masa lalu untuk mengetahui dan menjelajahi sejarah seni instalasi video. Pameran tersebut menawarkan pandangan menarik pada saat-saat penting ketika instalasi video pertama kali muncul pada tahun 1980-an dan 1990-an, dipentaskan dan direkonstruksi di Asia Tenggara.

“Pameran ini menggabungkan instalasi, pertunjukan, partisipasi penonton bersama dengan video, menghasilkan bentuk seni baru sebagai hasil dari pendekatan multidisiplin mereka,” jelas Horikawa dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Herry Dono menampilkan ulang karyanya di tahun 1992, berjudul “Hoping to hear from you soon” yang tercatat sebagai salah satu karya pertama di Indonesia yang menampilkan proyeksi video. Karya instalasi ini melakukan eksplorasi simbolik hubungan antara video atau moving image dan wayang kulit di Yogjakarta. Instalasi ini mengambil bentuk kain penutup warrung di pinggir jalan yang dilengkapi gambar menu, atau suguhan warung tersebut, seperti ayam, nasi, lele, dilengkapi dengan kata-kata unik selayaknya warung pinggir jalan. Pada layar itu diproyeksikan video yang menampakkan siluet dua orang sedang duduk dan saling berbisik.

”Ini menggambarkan bagaimana warung di masa Orde Baru menjadi tempat diskusi dan diskursus isu sosial dan politik,” Jelas Herry yang meriah belasan penghargaan atas karya seninya di level nasional maupun internasional.

Karya almarhum Krisna Murti juga ditampilkan dalam pameran ini karena merupakan salah satu sedikit karya instalasi seni berupa video yang pernah muncul di Asia Tenggara. Krisna yang meninggal Juni tahun 2023 ini adalah salah satu pelopor instalasi video dan video art di Indonesia. Pada pameran ini, ditampilkan karyanya di tahun 1993 yang dibuat ulang pada tahun 2013 dengan judul “12 hours in the life of Agung Rai, the Dancer“. Karya ini menampilkan perpaduan materi alam berupa serpihan kayu dan daun yang menimbun televisi yang menampilkan video keseharian maestro tari Bali, Agung Rai.

Salah satu karya seniman video art asal Indonesia, (alm.) Krisna Murti  berjudul “12 hours in the life of Agung Rai, the Dancer” yang ditampilkan dalam rangkaian pameran Seni Instalasi “See You, See Me” di National Galery Museum, Singapura mulai Sabtu (14/10/2023) hingga Minggu (4/2/2024) mendatang. (foto: KBRI Singapura)

”Pemerintah Indonesia mengapresiasi inisiatif National Galery Museum Singapura yang menampilkan karya-karya perupa Indonesia untuk dinikmati kembali oleh masyarakat di Singapura, ” kata IGAK Satrya Wibawa, atase pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura yang diundang menghadiri acara pembukaan pameran tersebut mewakili Duta Besar RI.

”Video Instalasi awalnya memang menjadi sebuah kemewahan bagi seniman di Indonesia, tapi dalam perkembangannya, video instalasi justru mendapat tempat dan fungsi sangat luas di Indonesia,” tambah Satrya yang juga merupakan staf pengajar di Departemen Komunikasi FISIP Unair.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset & Teknologi sendiri berupaya mengembangkan kemampuan dan jaringan seniman Indonesia dengan meluncurkan program-program di bidang kebudayaan seperti beasiswa untuk pelaku budaya, dana hibah kegiatan kebudayaan serta fasilitasi kegiatan kebudayaan. Secara khusus, KBRI Singapura juga berupaya memfasilitasi pelaku budaya Indonesia dalam berkiprah di Singapura seperti penyediaan lokadi pertunjukan serta membantu proses komunikasi dengan stakeholders di Singapura.

Pada pameran tersebut dilaksanakan juga kuliah tamu yang disampaikan oleh Prof. Edwin Jurriens dari University of Melbourne Australia yang membahas secara khusus perkembangan new media arts di Indonesia serta obituari untuk Krisna Murti. Acara tersebut dihadiri perwakilan negara ASEAN, lembaga kebudayaan di Singapura serta mahasiswa dan masyarakat umum.

(rils

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular