Friday, January 30, 2026
spot_img
HomePendidikanBelajar Menyimpan Mimpi dari Kaleng Celengan di TBM Lentera Pustaka

Belajar Menyimpan Mimpi dari Kaleng Celengan di TBM Lentera Pustaka

Seorang anak ditemani sang ibunda membuka celengannya di Hari Membuka Celengan di TBM Lentera Pustaka, kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Minggu (14/12/2025). (foto: Syarifuddin)

BOGOR, CAKRAWARTA.com – Minggu (14/12/2025) pagi, bunyi logam celengan yang dibuka satu per satu terdengar di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka. Di balik kaleng-kaleng sederhana itu, tersimpan bukan hanya uang jajan yang disisihkan, tetapi juga mimpi, kesabaran, dan pelajaran hidup yang perlahan tumbuh. Tradisi tahunan “Hari Buka Celengan” kembali digelar, sebagai bagian dari laboratorium literasi finansial anak-anak di taman bacaan tersebut.

Setiap anak membuka celengan kaleng SIMPEL miliknya dan menghitung tabungan yang dikumpulkan sepanjang tahun 2025. Hasilnya mencerminkan proses belajar yang konsisten yaitu total tabungan mencapai Rp 14.143.500,- meningkat 34% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari puluhan anak yang berpartisipasi, Faisal mencatat tabungan tertinggi dengan jumlah Rp 2.157.000,-. Atas kedisiplinannya, ia memperoleh bonus Rp 500.000,- dari pendiri TBM Lentera Pustaka. Sementara itu, posisi berikutnya ditempati Aditia dengan tabungan Rp 430.000,- dan Aira sebesar Rp 372.000,-. Tabungan terendah tercatat Rp 9.000.-, angka kecil yang tetap dihargai sebagai bagian dari proses belajar menabung.

Sepanjang 2025, sebanyak 98 anak dari 120 anak aktif atau sekitar 81 persen tercatat rutin menabung di celengan kaleng. Di sisi lain, 15 anak harus membuka celengan lebih awal karena kebutuhan mendesak—sebuah realitas sosial yang justru menjadi ruang pembelajaran empati dan kejujuran.

Bagi pengelola TBM Lentera Pustaka, Hari Buka Celengan bukanlah ajang kompetisi, melainkan sarana membangun kebiasaan dan karakter. Selain membaca buku secara rutin tiga kali dalam sepekan, setiap anak dibiasakan menyisihkan sebagian uang jajannya untuk ditabung saat jam baca.

Praktik sederhana ini menjadikan TBM Lentera Pustaka kerap dilibatkan sebagai sentra edukasi literasi keuangan oleh berbagai institusi, terutama dalam momentum Bulan Inklusi Keuangan. Sejumlah lembaga perbankan dan asuransi, seperti Bank Sinarmas dan Chubb Life Insurance, pernah bermitra dalam kegiatan edukasi keuangan di taman bacaan ini.

Tak hanya berhenti pada celengan kaleng, anak-anak yang terbiasa menabung juga difasilitasi membuka rekening SIMPEL (Simpanan Pelajar). Hingga akhir 2025, 41 anak telah memiliki rekening aktif, dan program ini akan terus disosialisasikan pada 2026.

Didirikan pada 5 November 2017, TBM Lentera Pustaka awalnya hanya mengelola satu program literasi, TABA (Taman Bacaan). Kini, taman bacaan ini berkembang menjadi 15 program literasi, mencakup literasi baca-tulis, prasekolah, digital, finansial, hingga layanan ramah difabel. Dengan dukungan 5 wali baca dan 13 relawan, TBM Lentera Pustaka melayani 223 anak pembaca aktif dan sekitar 366 pengguna layanan setiap pekan dari empat desa.

Beroperasi enam hari dalam sepekan, TBM Lentera Pustaka menegaskan perannya bukan sekadar ruang membaca. Di tempat inilah anak-anak belajar menunda keinginan, mengelola uang, dan menyimpan mimpi dari sebuah kaleng celengan sederhana. Salam literasi.(*)

Kontributor: Syarifuddin

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular