Tuesday, February 7, 2023
HomeSudut PandangDua Jenderal, Satu Tantangan

Dua Jenderal, Satu Tantangan

Jafar G Bua, penulis merupakan wartawan senior

 

Dua Jenderal bertemu. Mereka berbincang akrab. Semuanya isi bukan cuma kulit. Ditingkahi canda dan tawa. Saling memuji pula. Awal Januari 2023 mereka bertemu di Kota Surabaya.

Mereka bak sahabat yang melepas rindu sebab lama tak bersua. Kami yang di dekat keduanya tertular kegembiraan.

Para Jenderal ini adalah Mayjen TNI Farid Makruf, MA dan Dahlan Iskan. Farid Makruf adalah Pangdam V/Brawijaya, sedang Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN dan Dirut Utama PLN.

Farid Makruf, abituren Akabari 1991, sebelumnya adalah Danrem 132/Tadulako di Palu dan Wakil Inspektur Jenderal TNI. Ia besar di Kopassus, salah satu pasukan elit TNI Angkatan Darat.

Sedangkan Dahlan Iskan, punya jaringan media sendiri usai meninggalkan Jawa Pos News Network. Benderanya adalah Disway.id. Ia juga punya sejumlah perusahaan energi dan komunikasi.

Satunya adalah Jenderal TNI Angkatan Darat, sementara satunya adalah Jenderal di dunia jurnalisme Indonesia, serta bisnis energi dan komunikasi.

Pada pertemuan di siang itu, Farid Makruf menceritakan pengalaman penugasannya di Timor Timur hingga harus ke depan Kongres Amerika. Di depan Kongres, Farid menjelaskan peristiwa 1998. Ia yang ketika itu masih seorang perwira muda didapuk menjadi juru bicara. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat ini piawai berbahasa Inggris.

Pengalamannya di Nusa Tenggara Barat, saat penanggulangan dampak banjir di Bima dan Gempabumi di Lombok jadi catatan penugasannnya. Upayanya mengadang laju tumbuhnya radikalisme di Bima lalu di Poso, Sulawesi Tengah yang mengarah ke terorisme jadi kisah menarik di pandangan Dahlan Iskan.

Adapun Dahlan Iskan sepanjang pertemuan lebih banyak menyimak dan mendengarkan. Sesekali ia mencatat di atas kertas sobekan kotak kue. Ballpoint dimintanya dari salah seorang staf. Dia terkesima pada kisah Jenderal asal Tanah Merah, Bangkalan, Madura ini.

Kami yang berada di dalam ruang pertemuan itu, tentu saja menyimak takzim pula. Sayang bila kisah-kisah dari lapangan ini terlewatkan begitu saja.

Di akhir perbincangan, Farid Makruf bertanya,”bapak, apa lagi saya harus lakukan selain tugas-tugas rutin atau kedinasan saya di Jawa Timur agar kehadiran saya bermanfaat buat orang banyak?.”

Dahlan Iskan sontak menjawab, “Kalau Panglima bisa merukunkan suporter Persebaya dan Aremania, saya kira itu akan menjadi catatan luar biasa dalam karir Panglima di Jawa Timur.”

Farid Makruf langsung menukas, “Oh iya. Saya menerima tantangan itu. Saya akan melakukan telaahan untuk merumuskan langkah-langkah apa yang harus diambil menyelesaikan masalah klasik ini.”

Dan galibnya, pertemuan macam ini, selalu diakhiri dengan bertukar cendera mata dan berfoto bersama.

Namun, bagi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, ini belumlah berakhir. Tantangan dari itu harus dituntaskan. ***

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular