Saturday, July 13, 2024
spot_img
HomePolitikaDaerahDiduga Terlibat Kasus Korupsi, Pemuda Serantau Aceh Protes Pencalonan Irwandi Yusuf

Diduga Terlibat Kasus Korupsi, Pemuda Serantau Aceh Protes Pencalonan Irwandi Yusuf

Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang dalam Pilkada Aceh 2017 diberitakan didukung oleh Partai Demokrat. (foto: istimewa)
Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang dalam Pilkada Aceh 2017 diberitakan didukung oleh Partai Demokrat. (foto: istimewa)

JAKARTA – Mendekati pendaftaran calon Gubernur Aceh 2017-2022, semakin banyak isu-isu yang beredar yang dihembuskan berbagai pihak tentang peta dukungan kandidat Gubernur Aceh yang akan bertarung di Pilkada 2017.

Sampai saat ini baru Apa Karya yang mendaftar sebagai calon independen dan Muzakir Manaf yang juga sudah dipastikan maju melalui jalur Partai Aceh.

Sementara dua kandidat lainnya, yaitu Tarmizi A. Karim dan Irwandi Yusuf sedang berjuang untuk mendapatkan dukungan dari Partai nasional di luar partai lokal.

Namun Partai nasional akan lebih tertarik memberikan dukungan kepada Tarmizi A. Karim yang memiliki tingkat keterpilihan yang lebih besar dibandingkan Irwandi Yusuf yang saat ini didera banyak masalah. Di antaranya Irwandi Yusuf dituding menerima 14 miliar dari kasus BPKS yang melibatkan orang dekat Irwandi yaitu Ruslan Abdul Gani. Demikian di sampaikan Sekretaris Jenderal Pemuda Serantau Aceh (PSA) Ahmad Zikra dalam siaran persnya yang di terima redaksi, Jumat (5/8) pagi.

“Dari dakwaan jaksa KPK Kiki Ahmad Yani, dari aliran dana BPKS diduga Irwandi Yusuf menerima Rp 4 Miliar dari dana BPKS yang seharusnya dipergunakan untuk peningkatan infrastruktur BPKS dari total 116 Miliar skandal aliran dana BPKS,” ujar Ahmad Zikra.

Menurut Zikra, dugaan tersebut sangat mengejutkan berbagai pihak, karena Irwandi Yusuf yang akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh dan juga pernah menjadi mantan atasan Ruslan Abdul Gani yang dulu menjabat Kepala BPKS. Karenanya, perlu dimintai keterangan untuk mengungkap kasus skandal aliran dana tersebut.

“Kasus korupsi BPKS yang melibatkan Irwandi Yusuf serta merta akan menghambat dirinya untuk diusung oleh partai karena tentu masyarakat Aceh akan memilih calon Gubernur yang tidak terlibat kasus korupsi,” imbuh Zikra.

Zikra mendapatkan informasi sekaligus melihat pemberitaan beberapa media daring menyebutkan, Irwandi Yusuf telah mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat. Menurut, jika benar Partai Demokrat mendukung Irwandi Yusuf sebagai Calon Gubernur Aceh, tentu hal ini sangat disayangkan oleh rakyat Aceh.

Karena Partai Demokrat yang dipimpin oleh mantan Presiden ke-5 RI yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut menurutnya masih mempunyai slogan untuk menolak korupsi karena menjadi salah satu penyakit bangsa.

Partai Demokrat dikenal sebagai partai yang menolak dan sangat keras terhadap kadernya agar yang terlibat dalam kasus korupsi. Berita yang menyebutkan Partai Demokrat dengan membawa nama SBY telah mendukung Irwandi Yusuf dinilai Zikra sangat merugikan nama baik Partai Demokrat sendiri karena terkesan tidak komit dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Irwandi Yusuf yang jelas-jelas diduga menerima aliran dana Rp 14 miliar dari skandal aliran dana BPKS tentu tidak layak untuk diusung oleh Partai sekaliber Demokrat yang santun dan memiliki semangat pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Zikra menambahkan, dukungan Partai Demokrat kepada Irwandi Yusuf akan merugikan dan berdampak pada hilangnya kepercayaan rakyat terhadap komitmen Partai Demokrat dalan pemberantasan korupsi.

“Sebaiknya Partai Demokrat mampu mengusung calon Gubernur yang tidak terlibat kasus korupsi dan bersih,” pungkas tokoh muda asal Banda Aceh ini.

(az/bm//bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular