Wednesday, March 11, 2026
spot_img
HomePolitikaDaerahBalon Udara Berpetasan Telan Korban, Suli Da’im Minta Semua Pihak Edukasi Pelajar...

Balon Udara Berpetasan Telan Korban, Suli Da’im Minta Semua Pihak Edukasi Pelajar Soal Bahaya

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Suli Da’im. (foto: Muh. Nurcholis)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Anggota DPRD Jawa Timur Suli Da’im menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya aktivitas penerbangan balon udara tanpa awak yang disertai petasan di Kabupaten Ponorogo. Tradisi yang kini banyak melibatkan pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA itu bahkan dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa.

Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur itu menegaskan, tradisi menerbangkan balon udara sejatinya merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Ponorogo yang patut dihormati dan dijaga. Namun, ketika praktik tersebut dilakukan secara tidak terkendali—terlebih menggunakan bahan peledak berupa petasan, maka potensi bahayanya menjadi sangat besar.

“Apalagi jika kegiatan itu melibatkan anak-anak dan pelajar tanpa pengawasan yang memadai. Ini bisa membahayakan keselamatan masyarakat,” ujar Suli Da’im, Rabu (11/3/2026).

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur yang membidangi pendidikan, kepemudaan, dan kesejahteraan masyarakat itu menilai persoalan ini harus ditangani secara serius dan terpadu oleh berbagai pihak.

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat edukasi kepada para pelajar mengenai bahaya balon udara tanpa awak dan penggunaan petasan.

“Kami mendorong pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua untuk bersama-sama memperkuat edukasi kepada pelajar, baik terkait risiko keselamatan maupun dampak hukum dari penggunaan petasan dan balon udara tanpa awak,” ujar politisi yang akrab disapa Kang Suli tersebut.

Selain itu, ia juga meminta adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, serta pihak sekolah untuk melakukan langkah pencegahan dan pengawasan, terutama menjelang masa-masa di mana tradisi tersebut biasanya marak dilakukan.

“Kami juga mendorong agar tradisi balon udara ini diarahkan dalam bentuk kegiatan yang lebih aman dan terkontrol, misalnya melalui festival balon udara yang ditambatkan (tethered) dan diawasi secara resmi,” jelasnya.

Dengan cara itu, lanjutnya, nilai budaya masyarakat tetap dapat dipertahankan tanpa mengorbankan keselamatan publik.

Pria kelahiran Lamongan itu juga menilai sekolah perlu mengambil peran aktif dalam pembinaan karakter serta pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar jam sekolah agar tidak terlibat dalam kegiatan berisiko tinggi.

“Kita tentu tidak ingin tradisi yang seharusnya menjadi kebanggaan budaya justru berubah menjadi sumber bahaya yang merenggut nyawa,” tegas Ketua Umum IKA Umsura tersebut.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga tradisi dengan cara yang lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab. “Keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, harus menjadi prioritas kita bersama,” pungkasnya.(*)

Kontributor: Muh. Nurcholis

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular