Diduga Ada Mafia Proyek di Kota Cilegon, CBA: KPK Turun Dong!

0
Kota Cilegon, cakrawarta
ilustrasi (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun ke Kota Cilegon. Hal tersebut terkait adanya dugaan jual beli jabatan dan praktik mafia proyek dalam internal Pemkot Cilegon.

“KPK harus melakukan pendalaman atas dugaan praktik jual beli jabatan yang dilakukan oleh oknum ASN berinisial F. Oknum ASN ini diduga memiliki hubungan dengan salah satu pejabat di pemerintahan kota Cilegon sehingga berani melakukan praktik kotor tersebut,” ujar Uchok Sky Khadafi kepada cakrawarta.com melalui sambungan telepon, Rabu (30/6/2021) dini hari.

Uchok memaparkan bahwasanya semua ASN di Kota Cilegon yang mau akan naik pangkat atau akan menduduki “jabatan basah” harus melalui seorang pejabat berinsial F.

“Jika tanpa oknum tersebut, kemungkinan akan kesulitan dalam mendapat jabatan yang diinginkan meskipun ASN tersebut sangat berprestasi,” imbuh Uchok.

Selain adanya dugaan praktik jual beli jabatan, CBA juga mencium adanya dugaan mafia proyek oleh pelaku berinisial AA. Menurut Uchok, sosok AA ini diduga sebagai orang kepercayaan Walikota Cilegon. Ia datang ke setiap OPD Kota Cilegon meminta jatah proyek.

“Praktik “premanisme” dengan meminta jatah proyek ini sangat merugikan APBD Kota Cilegon, karena APBD Kota Cilegon, bukan punya insial AA tapi milik rakyat Cilegon,” tegas Uchok.

Karena itu, CBA mengingatkan akan jargon dan cita-cita Walikota Cilegon yang selalu didengungkan yakni “Mencanangkan Cilegon Baru dan Bermartabat” sehingga amat disayangkan jika jargon dengan praktik di lapangan ternyata berlawanan.

“Sekali lagi, dugaan adanya mafia proyek APBD dan jual beli jabatan ini, seharusnya KPK turun tangan dengan mengirim Tim Pemantau di Kota Cilegon. Usut tuntas!” pungkas Uchok mengakhiri keterangannya.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.