Sunday, January 25, 2026
spot_img
HomePendidikanDiba’ Akbar Fatayat NU Diwek, Ajak Perempuan Menjadi Wanita Shalihah

Diba’ Akbar Fatayat NU Diwek, Ajak Perempuan Menjadi Wanita Shalihah

KH Khoirul Anam saat menyampaikan mauizah hasanah dalam Diba’ Akbar Fatayat NU Diwek di Masjid Ali Imron, Desa Kayangan, Jombang, Minggu (25/1/2026). (foto: M Farhan R.)

JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, menggelar Diba’ Akbar di Masjid Ali Imron, Desa Kayangan, Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan jamaah dari 20 desa se-Kecamatan Diwek.

Acara tersebut dihadiri Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Jombang Ning Lailatun Ni’mah beserta jajaran, perwakilan Polsek dan Koramil Diwek, Ketua Ranting NU Desa Kayangan H Minal Muslih, serta Ketua dan Sekretaris PAC Muslimat NU Diwek. Hadir pula anggota DPRD Jombang, Zunita Erma Zakiyah.

Selain pembacaan Diba’, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari masing-masing ranting Fatayat NU. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pelantikan kader pendamping konsultasi dan perlindungan anak di lingkungan PC Fatayat NU Kabupaten Jombang.

Sekretaris Takmir Masjid Ali Imron, Muhammad Khafid, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang dipusatkan di Desa Kayangan. Ia menilai Diba’ Akbar menjadi momentum memperkuat jati diri keislaman warga NU.
“Semoga kegiatan ini menjadi penguat nilai-nilai keislaman sebagai santri Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari,” ujarnya.

Ketua Ranting Fatayat NU Desa Kayangan, Siti Fatmawati, mengatakan pihaknya menampilkan produk unggulan desa berupa samiler, selain jajanan tradisional lain seperti salat dan sempol.
“Kami ingin mengenalkan potensi UMKM Desa Kayangan kepada jamaah,” kata dia.

Menurut Fatmawati, Diba’ Akbar yang digelar di rantingnya turut menambah semangat anggota Fatayat NU setempat. “Kegiatan ini menjadi motivasi bagi kader agar semakin aktif dan solid,” ujarnya.

Dalam mauidzah hasanah, KH Khoiril Anam dari Denanyar menekankan makna Isra Mi’raj sebagai penguat dimensi keimanan dan ibadah umat Islam.
“Isra Mi’raj mendorong umat untuk meningkatkan keimanan dan kedekatan kepada Allah, terutama melalui shalat,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan anggota Fatayat NU untuk meneladani nilai-nilai wanita shalihah dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadi perempuan shalihah berarti menjaga ketaatan, keharmonisan keluarga, dan peran sosial di masyarakat,” kata Khoiril Anam.(*)

Kontributor: M. Farhan R

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular