
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama dengan kegiatan penyerahan duplikat sertifikat tanah wakaf NU kepada masjid, musala, dan lembaga pendidikan di wilayah Mulyorejo, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan yang digelar di Aula SD Ma’arif Al Islam Surabaya itu dihadiri jajaran pengurus NU dan badan otonom se-Kecamatan Mulyorejo. Hadir pula Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Ahsanul Haq serta Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Jawahir.
Ketua MWCNU Mulyorejo Ustaz Shoim Syahri mengatakan, peringatan satu abad NU sengaja dikemas dalam kegiatan yang bersifat strategis dan berjangka panjang. Penyerahan duplikat sertifikat wakaf dinilai sebagai langkah konkret menjaga keberlangsungan aset dan amaliyah NU.
“Dengan sertifikat wakaf, masjid dan musala aman secara amaliyah dan juga aman secara aset. Amaliyah NU akan tetap terjaga, siapa pun pengurusnya, dan tanah wakaf tidak akan berpindah tangan atau menimbulkan sengketa,” ujar Shoim.
Ia menjelaskan, sertifikat wakaf asli dititipkan di MWCNU sebagai bentuk ikhtiar pengamanan dokumen secara fisik. Langkah tersebut diambil setelah MWCNU Mulyorejo pernah kehilangan sertifikat tanah wakaf seluas sekitar 1.300 meter persegi, yang proses pengurusannya kembali memerlukan biaya besar.
“Pengalaman itu menjadi pelajaran penting. Karena nadzirnya adalah MWCNU, maka kami merasa berkewajiban menjaga aset wakaf NU dengan sistem yang lebih aman,” kata dia.
Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Ahsanul Haq mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai langkah MWCNU Mulyorejo sebagai terobosan penting dalam tata kelola aset wakaf NU. Dalam sambutannya, ia juga mengenang masa kepemimpinannya sebagai Ketua MWCNU Mulyorejo periode 1998–2008.
“Dulu, menggerakkan organisasi butuh kerja keras, termasuk mengumpulkan pengurus secara manual. Sekarang, tantangannya berbeda, tetapi peluangnya juga jauh lebih besar,” ujarnya.
Sementara itu, KH Abdul Matin Jawahir dalam tausiyahnya mengajak warga NU untuk tetap tenang menyikapi dinamika organisasi menjelang masuknya NU ke abad kedua. Ia mengingatkan adanya tradisi pembaruan dalam perjalanan umat Islam, sebagaimana disebutkan dalam hadis tentang mujaddid.
“Perubahan adalah keniscayaan. Tugas kita di tingkat bawah adalah tetap berkhidmat dan menjaga jam’iyah, tanpa terpengaruh hiruk-pikuk dinamika di atas,” tuturnya.
Penyerahan duplikat sertifikat wakaf tersebut dihadiri para takmir masjid, musala, dan pengelola lembaga pendidikan NU se-Kecamatan Mulyorejo. Peringatan Harlah NU juga diramaikan dengan kegiatan layanan sosial gratis yang diselenggarakan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kecamatan Mulyorejo.(*)
Kontributor: A. Zaini I.
Editor: Abdel Rafi



