
TRENGGALEK, CAKRAWARTA.com – Sebuah pohon trembesi berukuran besar tumbang dan menutup total Jalan Nasional Durenan-Trenggalek, Sabtu (24/1/2026), akibat angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Trenggalek. Peristiwa itu terjadi di Desa Pandean, Kecamatan Durenan, dan sempat melumpuhkan arus lalu lintas dari dua arah.
Pohon yang roboh tepat di tengah badan jalan tersebut menimpa sejumlah kendaraan yang sedang melintas, di antaranya sebuah truk bermuatan pasir, satu mobil, dan sepeda motor milik warga. Selain merusak kendaraan, kejadian itu juga memutus jaringan kabel listrik di sekitar lokasi, sehingga kondisi jalan dinilai rawan bagi pengguna.
Mendapat laporan kejadian, petugas gabungan dari Koramil 0806-03/Durenan, Polsek Durenan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek segera bergerak ke lokasi. Area kejadian langsung diamankan untuk mencegah risiko lanjutan.
Bati Tuud Koramil 0806-03/Durenan, Peltu Wasito, mengatakan pohon tumbang menyebabkan seluruh badan jalan tertutup dan arus lalu lintas terhenti sementara. “Pohon roboh menimpa truk dan pengendara sepeda motor, serta memutus kabel listrik. Kondisi ini membahayakan, sehingga evakuasi harus segera dilakukan,” ujarnya.
Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh petugas gabungan dengan bantuan mesin gergaji listrik dan peralatan manual. Warga sekitar turut membantu menyingkirkan dahan dan batang pohon agar akses jalan dapat kembali dibuka.
Dalam kejadian tersebut, seorang pengendara sepeda motor bernama Saiful Amin mengalami sesak napas akibat benturan setir dan langsung dilarikan ke Puskesmas Durenan untuk mendapatkan perawatan medis.
Kerugian materiil meliputi kerusakan pada truk bermuatan pasir berupa kaca depan pecah, pintu kanan melengkung, serta kaca spion rusak. Sepeda motor korban juga mengalami kerusakan pada bodi depan, lampu belakang, kaca spion kiri, dan rangka kendaraan.
Peltu Wasito mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di tengah cuaca ekstrem berupa angin kencang yang masih berpotensi terjadi di wilayah Trenggalek.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi



