
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Menandai peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar Ziarah Muassis secara serentak di 10 zona kabupaten/kota, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar kolektif untuk mengenang para pendiri (muassis) dan penggerak (muharrik) NU yang meletakkan fondasi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
Ziarah dilakukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat di masing-masing zona. Sehari setelahnya, Minggu (25/1/2026) besok, PWNU Jawa Timur melanjutkan rangkaian ziarah dengan mendatangi makam para muassis utama NU di Jombang.
“Ziarah muassis dilaksanakan di sepuluh zona, yakni Surabaya, Bangkalan, Gresik, Nganjuk, Malang, Pasuruan, Kediri, Probolinggo, Jember, dan Situbondo. Sementara ziarah PWNU ke Jombang diarahkan ke makam KH M Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan KH Romli Tamim,” ujar Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, Prof. Dr. KH Ali Maschan Moesa, saat ditemui di sela ziarah Zona Surabaya di Makam Tembok, Surabaya.
PWNU Jawa Timur juga menugaskan sejumlah utusan untuk mengikuti ziarah di tiap zona. Di Zona Surabaya, hadir antara lain KH Ali Maschan Moesa, HM Taufik Mukti, H. Edy Ya’qub, Prof. Muzakki, Prof. Suparto Wijoyo, Dr. Idham Kholid, dan HM Yusuf Adnan.
Ziarah di Makam Tembok Surabaya diikuti jajaran PCNU Surabaya, di antaranya Rais Syuriah PCNU Surabaya KH Ahmad Dzulhilmi, Wakil Rais Syuriah KH Abdul Bari, Ketua Tanfidziyah PCNU Surabaya HM Masduqi Toha, serta sejumlah dzurriyah muassis NU.
“Tawassul dan pembacaan Al-Fatihah dipimpin KH Abdul Bari untuk seluruh muassis dan muharrik PCNU Surabaya, baik yang dimakamkan di Makam Tembok maupun di luar. Adapun tahlil dipimpin KH Ahmad Dzulhilmi dan dikhususkan bagi para muassis yang dimakamkan di Makam Tembok,” kata Masduqi Toha.
Sejumlah tokoh NU yang dimakamkan di Makam Tembok antara lain KH Ridlwan Abdullah, perancang lambang NU; KH Mujib Ridlwan, perancang lambang Pagar Nusa; KH Burhan, bendahara HBNO 1926; KH Abdullah Ubaid, pendiri GP Ansor; serta KH Wahab Turcham, muassis Yayasan Taman Pendidikan NU Khadijah.
Ziarah juga ditujukan kepada tokoh-tokoh penting NU lainnya, seperti KH Mas Alwi Abdul Aziz, pengusul nama Nahdlatul Ulama; KH Hasan Gipo, Ketua Umum PBNU pertama; hingga KH M. Noer, Ketua Umum PBNU kedua.
“Setiap ziarah muassis, saya selalu teringat pesan KH Ridlwan Abdullah: jangan takut tidak makan karena berjuang mengurus NU. Keyakinan dan keikhlasan itulah yang diwariskan para pendiri,” ujar Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur, HM Taufik Mukti.
Secara serentak, ziarah muassis juga digelar di berbagai daerah lain, antara lain ke makam Syaichona Moh. Cholil di Bangkalan, KH Faqih Maskumambang di Gresik, KH Hasan Genggong di Probolinggo, KH Muhammad Shiddiq di Jember, KH As’ad Syamsul Arifin di Situbondo, hingga KH Ahmad Shiddiq di Kediri.
Rangkaian peringatan Harlah Satu Abad NU di Jawa Timur berlangsung sejak 7 Januari hingga 8 Februari 2026. Sejumlah agenda besar telah disiapkan, antara lain Sarasehan Pesantren di Malang, Pameran NUConomic di Blitar, GenZI NU Bootcamp di Surabaya, serta puncaknya Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, selaku Ketua Panitia Pelaksana Mujahadah Kubro, mengatakan persiapan terus dimatangkan, termasuk pengaturan transit dan lokasi penurunan jamaah dari luar daerah. “Sekolah, fasilitas TNI, dan perguruan tinggi akan dimanfaatkan sebagai titik transit untuk menghindari penumpukan massa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Malang atas potensi gangguan aktivitas selama puncak peringatan pada 7-8 Februari 2026. “Kami mohon pengertian masyarakat. Ini ikhtiar bersama menyukseskan peringatan satu abad NU,” katanya.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi



