Bukan Sekadar Pelatihan, LAZISNU Jatim Siapkan Santri Jadi Teknisi AC Profesional

Flyer informasi pelatihan teknisi AC profesional untuk Santri dari LazisNU Jatim. (foto: Cak Edy)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Keterampilan teknis menjadi salah satu jalan bagi santri dan kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk memasuki dunia kerja sekaligus membangun usaha mandiri. Melalui Pelatihan Vokasi Santri bidang Teknisi Air Conditioner (AC), NU Care-LAZISNU Jawa Timur berupaya membuka akses ekonomi baru bagi kader NU dan alumni pesantren yang belum bekerja.

Program pemberdayaan ekonomi umat yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 ini menyasar kader NU dan alumni pesantren di Surabaya dan sekitarnya.

“Program dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 ini ditujukan bagi kader NU dan alumni pesantren di wilayah Surabaya dan sekitarnya,” kata Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofii Boenawi, di Surabaya, Jumat (9/10/2026).

Pelatihan tersebut dirancang tidak sebatas memberikan pengetahuan di ruang kelas. Peserta juga akan memperoleh pengalaman praktik teknisi AC secara langsung, sehingga keterampilan yang dipelajari dapat digunakan untuk melamar pekerjaan maupun merintis jasa teknisi secara mandiri.

Bagi NU Care-LAZISNU Jatim, program ini merupakan bagian dari upaya menjadikan pengelolaan dana umat sebagai instrumen pemberdayaan yang menghasilkan manfaat berkelanjutan.

Rofii menjelaskan, pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bagian dari upaya NU Care-LAZISNU dalam mengelola dana umat agar memberikan manfaat yang produktif.

“Program ini diarahkan untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang tidak berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi memiliki nilai keberlanjutan,” ujarnya.

Prinsip tersebut juga diterapkan melalui program bantuan modal usaha. LAZISNU Jatim mengarahkan dana zakat menjadi modal produktif agar manfaatnya tidak berhenti pada satu penerima, tetapi dapat terus bergulir kepada penerima lainnya.

Semangat yang sama mendasari pelatihan vokasi teknisi AC. Alih-alih hanya memberikan bantuan sesaat, program ini berupaya membekali peserta dengan kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kemandirian ekonomi setelah pelatihan berakhir.

“Program tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan, tetapi juga menyiapkan peserta agar memiliki kemampuan yang dapat digunakan setelah pelatihan selesai,” tegasnya.

Bekal Keterampilan hingga Peluang Kerja

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pengetahuan dasar dan keterampilan praktik sebagai teknisi AC. Mereka juga mendapatkan sertifikat pelatihan terverifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), tool kit atau peralatan kerja, serta peluang penyaluran usaha dan penyerapan kerja.

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja atau mengembangkan layanan teknisi AC secara mandiri.

“Sehingga pelatihan tersebut dapat menjawab kebutuhan peserta terhadap keterampilan kerja sekaligus membuka akses ekonomi baru bagi kader NU dan alumni pesantren yang belum bekerja,” tuturnya.

Rofii menambahkan, pelatihan memadukan teori dan praktik langsung. Porsi praktik menjadi bagian penting agar peserta tidak hanya memahami cara kerja perangkat AC, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam pekerjaan nyata.

“Dengan demikian, peserta nantinya bisa mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh, baik ketika bekerja maupun ketika membuka jasa teknisi AC secara mandiri,” ungkapnya.

Pendaftaran Dibuka hingga 17 Oktober 2026

NU Care-LAZISNU Jatim membuka kesempatan bagi kader NU dan alumni pesantren yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti program ini. Calon peserta harus berasal dari wilayah Surabaya dan sekitarnya, berjenis kelamin laki-laki, berusia 18–30 tahun, serta belum bekerja.

Selain itu, peserta harus memiliki komitmen tinggi untuk belajar, siap bekerja, berkelakuan baik, dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian program.

Pendaftaran dibuka hingga 17 Oktober 2026. Proses seleksi peserta berlangsung pada 6–17 Oktober 2026, sedangkan calon peserta yang memenuhi persyaratan dapat mendaftar melalui laman s.id/vokasisantri.

Setelah seleksi, peserta dijadwalkan mengikuti technical meeting pada 18 Oktober 2026. Pelatihan akan dilaksanakan pada 25 Oktober 2026 di Aula Kantor PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al-Akbar Timur Nomor 9, Gayungan, Kota Surabaya.

Melalui program ini, NU Care-LAZISNU Jatim berupaya memperluas peran pemberdayaan zakat, infak, dan sedekah dari bantuan langsung menuju penguatan keterampilan produktif. Harapannya, pelatihan tersebut dapat menjadi salah satu pintu bagi santri dan kader NU untuk memperoleh pekerjaan, merintis usaha, dan membangun kemandirian ekonomi.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi