
BRASILIA, CAKRAWARTA.com – Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengecam keras serangan militer di wilayah Venezuela yang disertai penangkapan kepala negara setempat. Ia menilai tindakan tersebut telah melampaui batas dan merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara serta hukum internasional.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun media sosialnya, Lula menegaskan bahwa pemboman di wilayah Venezuela dan penangkapan presidennya menciptakan preseden berbahaya bagi tatanan global.
“Tindakan ini merupakan penghinaan paling serius terhadap kedaulatan Venezuela dan ancaman nyata bagi komunitas internasional,” ujar Lula, Minggu (4/1/2026).
Menurut dia, penggunaan kekuatan militer terhadap negara lain secara terang-terangan hanya akan mendorong dunia menuju situasi yang lebih tidak stabil. Praktik semacam itu, kata Lula, berpotensi menggantikan multilateralisme dengan “hukum yang ditentukan oleh yang terkuat”.
Lula menekankan bahwa sikap Brasil tersebut konsisten dengan posisi yang selama ini diambil negaranya dalam merespons konflik internasional di berbagai kawasan. Brasil, kata dia, secara prinsip menolak penggunaan kekerasan sebagai instrumen penyelesaian masalah antarnegara.
Presiden Brasil juga mengingatkan bahwa tindakan intervensi semacam ini membangkitkan kembali memori kelam campur tangan politik di Amerika Latin dan Karibia. Situasi tersebut, menurutnya, mengancam upaya menjaga kawasan sebagai zona damai.
Ia mendorong komunitas internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk merespons insiden tersebut secara tegas dan terukur. Brasil, lanjut Lula, siap berperan aktif mendorong jalur dialog dan kerja sama sebagai alternatif penyelesaian konflik.
“Brasil mengutuk tindakan ini dan tetap berkomitmen mempromosikan dialog sebagai jalan utama menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” kata Lula.
Pernyataan tersebut mempertegas posisi Brasil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Amerika Latin, sekaligus menambah tekanan diplomatik internasional terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam eskalasi konflik di Venezuela.(*)
Kontributor: Tommy
Editor: Abdel Rafi



