
JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai hingga 4 meter dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
BMKG menyatakan, kondisi ini dipicu oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung. Sistem tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di berbagai perairan Indonesia.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6-25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan serupa. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.
BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan, antara lain Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, selatan Bali, NTB, dan NTT, Selat Karimata bagian utara, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafura, Selat Makassar, serta Laut Sulawesi.
Adapun gelombang sangat tinggi dengan kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, barat Bengkulu, barat Lampung, Laut Natuna Utara, Laut Arafura bagian timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua.
BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan aktivitas pelayaran. Nelayan dengan perahu kecil diminta waspada ketika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Risiko juga meningkat bagi kapal tongkang pada gelombang di atas 1,5 meter, kapal ferry di atas 2,5 meter, serta kapal besar seperti kargo dan kapal pesiar saat gelombang melebihi 4 meter.
“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan informasi cuaca maritim terkini,” tulis BMKG dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
BMKG juga meminta seluruh pengguna jasa laut untuk selalu memantau pembaruan prakiraan cuaca guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut.(*)
Kontributor: Zainal Abidin
Editor: Abdel Rafi



