Bertemu Khofifah dan Tokoh Ormas Islam di Al-Akbar, Penasehat Presiden Palestina: Kami Tetap Membutuhkan Dukungan Masyarakat Muslim Dunia

Penasehat Presiden Palestina saat bertemu dengan Gubernur Jatim dan sejumlah pimpinan tokoh Ormas Islam Jawa Timur di Masjid Al-Akbar Surabaya, Minggu (27/9/2026). (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Utusan Khusus dan Penasehat Presiden Palestina Bidang Agama dan Islam, H E Dr Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash, bertemu Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa dan tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Jawa Timur di Masjid Al-Akbar Surabaya, Minggu (27/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan perjuangan rakyat Palestina, sekaligus memperkuat kerja sama dan persaudaraan Palestina-Indonesia, khususnya dengan Jawa Timur.

Dalam pertemuan itu, Alhabbash didampingi Mufti Palestina sekaligus Imam Besar Masjid Al Aqsa H E Syekh Mohammad Ahmed Mohammed Hussein dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia H E Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari.

Rombongan Palestina juga bertemu dengan tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Jawa Timur, antara lain Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jatim.

Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Bidang Agama dan Islam, H E Dr Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash, menyampaikan bahwa Indonesia dan Palestina merupakan negara yang memiliki jalinan persaudaraan yang cukup lama.

“Persaudaraan ini sudah lama terjalin, yakni sejak keduanya saling mengakui kemerdekaan negara masing-masing. Palestina telah mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, dan Indonesia telah mengakui kemerdekaan Palestina di tahun 1988,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Palestina saat ini mengalami situasi yang sangat sulit, yang disebabkan oleh penjajahan Israel. Di Palestina sedang terjadi genosida dari Israel, bahkan ada upaya penguasaan terhadap Masjid Al-Aqsa. Meski demikian, pihaknya bertekad untuk memperjuangkan tanah kelahiran Palestina dan mempertahankan Masjid Al-Aqsa.

“Maka dari itu, kami tetap membutuhkan dukungan dari masyarakat muslim dunia. Karena salah satu cara untuk mempertahankan Masjidil Aqsa itu tidak hanya dari kami bangsa Palestina, tetapi juga semua umat Muslim dunia,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa pertemuan ini merupakan kunjungan yang kelima ke Indonesia. Menurutnya, setiap kali berkunjung ke Indonesia, ia mengaku selalu bertambah kuat rasa ukhuwah dan rasa cinta.

“Kami juga menyampaikan ucapan hormat kepada Gubernur Jatim dan kepada seluruh yang hadir di sini. Saya sangat gembira sekali pada pertemuan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan selamat datang di Jawa Timur dan terima kasih atas kunjungan kehormatan dari rombongan Palestina.

“Terima kasih atas kehadirannya di sini, dan mudah-mudahan apa yang bisa kita tindak lanjuti di dalam kerja sama yang sama-sama produktif,” katanya.

Bersama seluruh masyarakat Jawa Timur, Khofifah berjanji akan terus mendukung dan mendoakan perdamaian serta kebaikan untuk Palestina, yang ada kedekatan emosional, keagamaan, dan kemanusiaan yang selama ini tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Khofifah juga menceritakan bahwa Masjid Al-Akbar mengelola lembaga pendidikan dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi. Selain itu, Masjid Al-Akbar juga mengelola sebuah Green House yang merupakan kebun melon serta Al-Akbar Fishtech, sebuah budidaya perikanan seperti nila merah, lele, patin, dan gurami.

“Kebun dan perikanan itu airnya dari air wudhu jamaah, kemudian air itu diproses secara digital untuk kemudian menjadi air untuk perikanan, selanjutnya bisa untuk mengairi kebun melon,” terangnya.

Di sisi lain, Wakil Rais PWNU Jatim KH A Jazuli Nur menyampaikan hormat dan terima kasih atas kehadiran para utusan Palestina ke Indonesia. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Palestina adalah hubungan yang sangat kuat dan bersejarah.

Ia menegaskan bahwa Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Begitu pula Indonesia adalah negera pertama kali yang mengakui kemerdekaan Palestina.

“Maka, ini adalah hubungan tidak hanya sejarah tetapi hubungan saling mengasihi antar sesama negara,” tuturnya.

Selain Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, rombongan PWNU Jatim juga meliputi Wakil Katib KHM Azhar Shofwan, Wakil Sekretaris H Muhammad Taufik Mukti, Bendahara H Yoke Candra Katon, serta Wakil Bendahara H Yahya Taufik Alhabsyi dan H Yusuf Adnan.

Usai pertemuan, rombongan kemudian mengunjungi kolam ikan Fishtech dan Green House di Masjid Al-Akbar Surabaya.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi