Sunday, April 14, 2024
HomePolitikaAPKLI Kecam Jokowi ke Amerika di Tengah Bencana Asap

APKLI Kecam Jokowi ke Amerika di Tengah Bencana Asap

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana. (Foto: Setkab)
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana. (Foto: Setkab)

JAKARTA – Di tengah masih belum beresnya penanganan pembakaran hutan yang akibatkan asap pekat dan mengganggu kehidupan manusia di wilayah Sumatera dan Kalimantan Presiden Joko Widodo, Sabtu (24/10) sore berangkat untuk menuju ke negeri Paman Sam, Amerika Serikat untuk kunjungan kerja (kunker). Tentu saja, kunker ini mendapatkan banyak kecaman dari berbagai pihak karena korban masih berjatuhan akibat asap dan bencana makin meluas, pemimpin negara bukannya menunjukkan simpati dengan tetap tinggal seperti dicontohkan beberapa waktu lalu oleh pemimpin Korsel saat negerinya dilanda bencana MERS.

Salah satu kecaman itu datang dari Ketua Umum APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia), dr. Ali Mahsun yang menyampaikan protesnya kepada tim Cakrawarta, Minggu (24/10) tengah malam di tengah lawatannya mengunjungi para PKL di daerah.

“Sungguh tragis nasib bangsa Indonesia dipimpin Presiden Jokowi. Sungguh sangat tega membiarkan penderitaan puluhan juta bangsa Indonesia di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Maluku Utara yang sedang berjuang mati-matian menghadapi darurat asap, yang terancam loss generation dan genosida paksakan kehendak kunjungan ke AS. Jokowi telah lakukan pembiaran rakyatnya mati karena asap, pembiaran pembakaran hutan. Jokowi jelas dan tegas melanggar Pancasila dan UUD 1945. Bahkan dapat diadili di Mahkamah Internasional. Oleh karena itu, APKLI mengecam keras kunjungan Presiden Jokowi ke AS dan mendesak Jokowi untuk tidak kembali ke tanah air”,  ujar Ali Mahsun di Brebes, Jawa Tengah.

Menurut Ali, pemimpin negara yang kini tengah dikunjunginya itu saja membatalkan kunjungan kerjanya ke negara-negara di Asia ketika Amerika Serikat dilanda krisis ekonomi.

“Barack Obama saja batalkan kunjungan ke Asia tatkala ekonomi AS memburuk. Apakah Jokowi lebih digdaya dibandingkan Obama? Sehingga paksakan diri kunjungan ke luar negeri tatkala Indonesia alami krisis ekonomi dan hadapi gawat darurat Asap? Jokowi benar-benar preseden buruk kepemimpinan nasional sejak Indonesia merdeka 17 Agustus 1945. Indonesia diujung tanduk terancam bubar akibat adanya darurat kepemimpinan nasional, ” imbuh Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI periode 1995-1998 tersebut.

Masih keukeuh-nya Jokowi untuk tetap melakukan lawatan luar negerinya dianggap lebih mementingkan kepentingan kapitalis dan kepentingan asing daripada memikirkan nasib rakyatnya sendiri yang tengah terkapar akibat asap dari pembakaran hutan dan lahan gambut oleh pengusaha yang hingga kini justru tak tersentuh hukum negeri ini. Logis bila pemimpin para PKL se-Indonesia itu meminta lebih baik Jokowi turun dari jabatannya sebagai presiden.

“Ternyata Jokowi itu raja tega terhadap rakyat dan bangsanya sendiri. Kasat mata Jokowi bukanlah pemimpin bangsa Indonesia, melainkan kepanjangan tangan dari kekuatan bangsa asing untuk menjajah kembali Indonesia. Karenanya, APKLI mendesak MPR RI secepat-cepatnya lakukan Sidang Istimewa guna berhentikan rezim Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wapres RI sebelum Indonesia hancur lebur dan jadi budak asing,” pungkas Ketua Sekber Rembug Nasional Tokoh Bangsa itu.

(am/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular