
MALANG, CAKRAWARTA.com – Baru dibentuk pada awal Agustus 2026, Alastua Boxing Camp langsung mencatat hasil gemilang dalam debut perdananya. Sebanyak 10 atlet binaan camp tersebut membawa pulang 10 medali, terdiri atas empat emas dan enam perak, dari ajang Tinju Veteran Boxing Malang Raya di Mantren, Sukun, Malang, Minggu (23/8/2026) malam.
Capaian tersebut menjadi catatan awal bagi Alastua Boxing Camp yang baru berusia 18 hari. Camp yang dibentuk oleh Wadah Alumni Angkatan 1991 Gelombang II TNI-AD (Alastua Malang Raya) itu tidak hanya diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membangun disiplin, sportivitas, dan mental bertanding generasi muda.
Salah satu capaian yang mendapat perhatian ialah keberhasilan atlet putri binaan Alastua Boxing Camp meraih medali emas. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan camp tersebut juga membuka ruang bagi atlet perempuan untuk berkembang di cabang olahraga tinju.
Ketua Alastua Boxing Camp, Agus Gunawan, mengatakan keikutsertaan dalam kompetisi tersebut merupakan bagian dari proses penjaringan dan pembinaan bibit atlet tinju di Malang Raya.
“Kami menurunkan 10 atlet untuk mencari bibit unggul sekaligus memajukan olahraga tinju di Malang Raya. Pembinaan juga diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan sportivitas generasi muda,” kata Agus, Senin (24/8/2026) dini hari seusai perlombaan.
Menurut Agus, kemenangan di atas ring bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Atlet juga perlu memiliki mental yang kuat, mampu menghormati lawan, menjunjung sportivitas, serta menjadikan kemenangan dan kekalahan sebagai bagian dari proses menuju prestasi.
Pelatih Alastua Boxing Camp, Yohanes GS atau Jhonbrengs, mengatakan persiapan atlet dilakukan secara menyeluruh. Latihan tidak hanya berfokus pada teknik dan strategi pertandingan, tetapi juga mencakup kondisi fisik, stamina, mental, disiplin, dan pembentukan karakter.
“Latihan kami tidak hanya mengejar kemenangan di atas ring. Para atlet juga ditempa agar memiliki karakter dan disiplin sehingga dapat menjadi teladan bagi generasi muda,” ujar Yohanes.
Menurut dia, hasil debut dengan empat medali emas dan enam medali perak menjadi modal penting untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan.
Keberhasilan tersebut juga memperkuat komitmen Alastua Boxing Camp untuk mengembangkan potensi atlet tinju di Malang Raya. Kehadiran atlet putri yang mampu meraih emas menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan dapat menjangkau lebih banyak talenta tanpa membedakan gender.
Agus mengatakan Alastua Boxing Camp akan terus mengembangkan program latihan dan mencari bibit-bibit baru. Menurut dia, olahraga tinju dapat menjadi sarana untuk membangun karakter generasi muda melalui kedisiplinan, keberanian, kerja keras, dan penghormatan terhadap lawan.
Alastua Boxing Camp merupakan bagian dari pengabdian Alastua Malang Raya yang sebelumnya aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Melalui pembinaan olahraga, para alumni TNI-AD tersebut kini memperluas kontribusinya dengan ikut mendorong lahirnya atlet berprestasi sekaligus generasi muda yang memiliki karakter kuat.
Hasil debut tersebut menjadi pijakan awal bagi Alastua Boxing Camp untuk melanjutkan pembinaan. Empat medali emas dan enam medali perak menjadi bukti awal bahwa proses pembinaan yang menggabungkan kemampuan teknis, ketahanan fisik, dan pembentukan mental dapat menghasilkan prestasi dalam waktu relatif singkat.(*)
Kontributor: Artif Budi P
Editor: Abdel Rafi








