Akankah Jokowi Pimpin PDIP Gantikan Megawati?

0 116
ilustrasi. (foto: istimewa)

 

Hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengalami pasang surut. Boleh dibilang sangat dinamis. Keduanya punya kepentingan, yang kadang sama, tapi tak jarang berbeda dan bertolak belakang.

Keduanya sama-sama jadi orang terkuat di negeri ini. Jokowi kuat, karena seorang presiden dengan kekuasaan yang makin kuat akhir-akhir ini. Setidaknya secara politik. Megawati ketua partai politik terbesar. Angkanya mencapai 19,33 persen suara publik. Dengan 19,33 persen suara, PDIP bisa goyang parlemen. Jika parlemen goyang, otomatis kursi istana pun ikut bergoyang .

Yang pasti, Jokowi bukan anak emasnya Megawati. Yang paling dekat dengan Megawati adalah Puan Maharani, putri Megawati sendiri. Lama dikader oleh Megawati dan sukses menduduki posisi penting, baik di partai maupun pemerintahan. Pernah menjadi menteri, sekarang jadi ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Apakah Puan Maharani yang akan menggantikan Megawati? Besar kemungkinan. Selama Megawati masih hidup, Puan Maharani akan menjadi kader terbaiknya Megawati. Ini bisa dilihat dari keakraban, kebersamaan dan perkaderan selama Puan Maharani berkarir di politik.

Selain Puan Maharani, ada Budi Gunawan. Tokoh yang dikenal sangat dekat dan dipercaya Megawati. Kemampuan ketua Badan Intelijen Negara (BIN) ini dalam politik tak diragukan. Meski secara resmi bukan kader PDIP, tapi kontribusi Budi Gunawan kepada partai berlambang banteng ini tak bisa dianggap kecil.

Puan Maharani dan Budi Gunawan secara berurutan dianggap sebagai orang yang disiapkan untuk mengambil tingkat kepemimpinan PDIP.

Bagaimana dengan Jokowi? Adakah peluang untuk memimpin PDIP? Ada! Tak ada yang tertutup dalam politik. Di dunia politik, sering banyak kejutan.

Jokowi adalah kader PDIP. Jadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta dan dua periode jadi presiden. Semua jabatan politik ini atas tiket PDIP. Kalau ditanya siapa kader tersukse PDIP? Ya Jokowi.

Ketika mayoritas kader mendesak agar Jokowi memimpin PDIP menggantikan Megawati, tak ada yang mustahil. Ini hanya soal bagaimana Jokowi dan kader PDIP memainkan strategi.

Jika Megawati udzur, meninggal misalnya, sebelum terjadi peralihan kepemimpinan PDIP, dan posisi Jokowi masih presiden, maka peluang Jokowi memimpin PDIP sangat besar. Di PDIP, selain Megawati, tak ada yang lebih kuat dari Jokowi.

Tapi, jika dua faktor di atas tak terjadi, maka peluang Jokowi memimpin PDIP sangat kecil. Justru peluang Jokowi lebih terbuka di Partai Demokrat jika Kongres Luar Biasa (KLB) pimpinan Jenderal Moeldoko dimenangkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Sebab, hubungan Jokowi dengan Moeldoko jauh lebih dekat dan superior dari pada dengan Megawati. Dengan catatan, Jokowi masih dalam posisi sebagai presiden. Setelah pilpres 2024, kekuatan bargaining Jokowi tentu mengalami perubahan.

Jakarta, 15 April 2021

 

Dr. TONY ROSYID

Pengamat Politik

Leave A Reply

Your email address will not be published.