
JOMBANG – Sebanyak 80 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Jombang digembleng melalui kegiatan Capacity Building di Cinta Alam Indonesia (CAI) Wonosalam.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa (29/9/2026) hingga hari ini, Rabu (30/9/2026), tersebut diikuti para guru PAI dari SMK negeri maupun swasta. Kegiatan digelar oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMK Kabupaten Jombang.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang penguatan kapasitas guru, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong lahirnya pembelajaran yang lebih berdampak di tengah perubahan zaman dan pesatnya perkembangan platform digital.
Hadir membuka kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jombang, Muhajir. Dia didampingi Kepala Seksi PAI Kankemenag Jombang, Syaiful Bahri.
Selain outbound, kegiatan menghadirkan dua narasumber profesional. Pertama, Mamik Rosita, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kemenag Jombang, yang memberikan materi tentang Growth Mindset. Kedua, Yusuf Maulidin, instruktur profesional bersertifikat, yang menyampaikan materi tentang Growth and Inspire.
Kepala Kankemenag Jombang Muhajir berharap seluruh peserta serius mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. “Jadi acara ini tidak sekedar pelantikan saja, tapi bagaimana kita guru PAl SMK bisa meningkatkan kapasitas diri demi pembelajaran yang berdampak,” ujarnya.
Pria berkacamata ini juga mewanti-wanti agar pengurus yang akan dilantik tidak berkutat pada persoalan administrasi semata. “Tapi bagaimana MGMP menjadi rumah besar bagi semua, karena tantangan guru PAl masa sekarang jauh lebih besar daripada masa sebelumnya,” pesannya.
Menurutnya, pembelajaran agama Islam juga harus mampu mengimbangi sekaligus beradaptasi dengan kemajuan platform digital. Perubahan tersebut, kata dia, menghadirkan pertanyaan mendasar mengenai posisi guru PAI di tengah perkembangan sumber informasi yang semakin beragam.
“Apakah benar guru PAl masih menjadi rujukan utama bagi para murid? Ini pertanyaan mendasar yang harus dijawab,” imbuhnya.
Muhajir menegaskan, guru PAI tidak cukup hanya memiliki kemampuan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Guru juga dituntut memiliki kekuatan dalam kompetensi, karakter, dan kolaborasi. “Guru PAl, lanjutnya, itu harus kuat kompetensi, karakter dan kolaborasi. Karena tugas guru PAl tidak hanya menjadikan murid baik di depan Allah, tapi juga bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Sementara itu, saat menyampaikan materi Growth Mindset, Mamik Rosita mendorong para peserta untuk terlebih dahulu mengenali kekuatan dan kekurangan diri masing-masing. “Sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran kita,” ujarnya.
Mamik juga berharap para guru PAI mampu menjadikan MGMP sebagai organisasi untuk meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan. “Sehingga ada yang hilang jika tidak aktif mengembangkan diri di MGMP,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kebersamaan antarguru PAI SMK melalui MGMP. “Termasuk kebersamaan dengan para guru PAl di SMK lainnya, karena kita adalah sudah bagian dari MGMP,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan pelantikan pengurus MGMP PAI SMK Kabupaten Jombang periode 2026-2030.
Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, Ulil Muamar.(*)
Kontributor: Mukani
Editor: Abdel Rafi








