Dari Makam Bung Karno, Danrem Untoro Bicara Makna Perjuangan yang Tak Boleh Padam

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto dan jajaran saat ziarah ke Makam Proklamator RI, Bung Karno di Blitar, Jumat (25/9/2026). (foto: Arwang)

BLITAR, CAKRAWARTA.com – Tabur bunga di Makam Bung Karno (MBK), Kota Blitar, tidak sekadar menjadi ritual untuk mengenang sang Proklamator. Di balik prosesi tersebut terselip pesan tentang pentingnya menjaga semangat perjuangan, pengabdian, dan kecintaan kepada bangsa agar tetap hidup di tengah generasi penerus.

Pesan itu disampaikan Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto saat mengikuti ziarah nasional dan tabur bunga dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI di Makam Bung Karno, Kota Blitar, Jumat (25/9/2026).

Ziarah nasional tersebut dipimpin Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan diikuti jajaran TNI sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.

Di hadapan pusara Bung Karno, penghormatan diberikan kepada tokoh yang dikenal sebagai Bapak Proklamator sekaligus Presiden Republik Indonesia pertama atas jasa dan perjuangannya bagi bangsa dan negara.

“Kegiatan ziarah pagi ini adalah bentuk penghormatan kami kepada Bung Karno sebagai Bapak Proklamator sekaligus Presiden Republik Indonesia pertama yang telah banyak berjasa bagi bangsa ini,” kata Danrem.

Namun, bagi Untoro, mengenang para pendahulu tidak berhenti pada prosesi ziarah. Nilai yang diwariskan para pejuang harus diterjemahkan dalam bentuk pengabdian nyata pada masa kini.

Ia menyebut ziarah serupa juga dilaksanakan di makam para mantan Presiden Republik Indonesia lainnya. Tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya TNI untuk mengenang sekaligus menghormati para tokoh yang telah memberikan pengabdian bagi bangsa.

“Tidak hanya di Makam Bung Karno, kegiatan ziarah juga dilaksanakan di makam para mantan Presiden Republik Indonesia lainnya. Ini menjadi bagian dari tradisi TNI untuk mengenang dan menghormati para pendahulu bangsa,” ujarnya.

Menurut Untoro, ziarah nasional juga menjadi momentum untuk kembali melihat sejarah perjuangan bangsa. Dari perjalanan para pendahulu, generasi saat ini dapat belajar mengenai arti pengabdian, perjuangan, serta kecintaan terhadap Tanah Air.

“Dari para pendahulu, kita belajar tentang semangat pengabdian, perjuangan, dan kecintaan kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut harus terus kita jaga dan implementasikan dalam mengisi kemerdekaan saat ini,” pungkas Danrem.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah peringatan HUT ke-81 TNI. Sebab, mengenang sejarah bukan hanya tentang menoleh ke masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai perjuangan tersebut tetap menjadi pijakan dalam menjalankan pengabdian di masa sekarang.

Dari Makam Bung Karno, tabur bunga akhirnya bukan hanya menjadi simbol penghormatan. Ia menjadi pengingat bahwa perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu tidak boleh berhenti sebagai kenangan, tetapi harus terus menyala melalui pengabdian kepada bangsa dan negara.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi