Dari Guangzhou ke Fujian, Masjid Al-Akbar dan Ansor Jatim Menjajaki Diplomasi Agama, Budaya, dan Teknologi

Tim BPP Masjid Al Akbar Surabaya Dr. KHM. Sudjak, M.Ag., Dr. HM Qoderi dan M Tantowi saat tiba di China, Rabu (23/9/2026). (foto: BPP MAS untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Diplomasi Indonesia-China tidak hanya berlangsung melalui hubungan antarpemerintah. Ruang dialog juga dibangun melalui pertukaran agama, budaya, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Ruang diplomasi berbasis masyarakat itu dijajaki Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) dan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur melalui kunjungan ke China pada 23-29 September 2026.

Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS Dr KHM Sudjak MAg bersama Kabid Riayah BPP MAS Dr. HM Qoderi dan Staf Administrasi BPP MAS M. Tantowi menjadi bagian dari delegasi Indonesia yang memenuhi undangan Konsulat Jenderal China di Surabaya. Mereka dijadwalkan mengunjungi Guangzhou, Nanping, dan Fuzhou dalam agenda religion and cultural exchange.

“Kami ke China atas undangan Konjen China di Surabaya untuk melakukan religion and cultural exchange selama tujuh hari ke Guangzhou, Nanping, dan Fuzhou,” kata Sudjak saat persiapan keberangkatan dari Surabaya, Rabu (23/9) pagi.

Kunjungan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengenal sejarah dan perkembangan Islam di China. Delegasi juga dijadwalkan bertemu dengan organisasi Islam, melihat praktik pembangunan ekologi, mengunjungi perusahaan teknologi tinggi, serta mempelajari pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis desa.

Di Guangzhou, delegasi MAS akan mengunjungi Masjid Huaisheng dan Masjid Xianxian atau Masjid Para Leluhur. Kedua masjid tersebut menjadi bagian dari agenda untuk mengenal jejak sejarah Islam di China.

Dari Guangzhou, rombongan melanjutkan perjalanan ke Nanping untuk mengenal kebudayaan Fujian sekaligus melihat kawasan Gunung Wuyi, termasuk Da Hong Pao dan Shuilian Cave.

Delegasi juga dijadwalkan mempelajari pembangunan ekologi Gunung Wuyi, menyusuri Sungai Jiuqu menggunakan rakit bambu, serta mengunjungi kawasan Jalan Song sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta cepat menuju Fuzhou pada Sabtu (26/9/2026).

Di Fuzhou, agenda pertukaran berlanjut dengan kunjungan ke Masjid Fuzhou, Museum Budaya Pelayaran Tiongkok, Museum Peringatan Lin Zexu, serta kawasan budaya bersejarah Sanfang Qixiang.

Namun, agenda yang memperlihatkan dimensi diplomasi keagamaan secara langsung dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/9/2026). Delegasi MAS akan bertemu dengan pimpinan Asosiasi Islam di Fuzhou yang bertempat di Masjid Kota Fujian.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian religion and cultural exchange, karena mempertemukan delegasi dari Indonesia dengan organisasi Islam di tingkat lokal China.

Pada hari yang sama, delegasi juga dijadwalkan mengunjungi perusahaan teknologi tinggi dan kampung teladan. Pada malam harinya, rombongan akan bertemu dengan pimpinan Kantor Urusan Luar Negeri Provinsi Fujian.

Keterlibatan PW GP Ansor Jawa Timur memperluas cakupan agenda kunjungan. Jika delegasi MAS membawa dimensi pertukaran agama dan budaya, delegasi Ansor dijadwalkan melihat langsung penerapan teknologi pertanian, tata kelola pangan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi berbasis desa.

Lima delegasi PW GP Ansor Jatim terdiri atas tiga kepala desa kader Ansor, Ketua Bidang Pertanian dan Perkebunan PW GP Ansor Jatim H. Deni Prasetya, serta Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril.

Dengan komposisi tersebut, kunjungan delapan delegasi Indonesia ke China membawa agenda yang relatif beragam. Tiga delegasi dari Masjid Al-Akbar berfokus pada pertukaran agama dan budaya, sementara lima delegasi Ansor Jatim dijadwalkan menggali pengalaman China dalam bidang pertanian, pangan, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi desa.

Menurut Sudjak, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Konsul Jenderal China di Surabaya, Ye Su, dengan pihak Masjid Al-Akbar pada 17 Juni 2026.

“Ketika Konsul Jenderal China di Surabaya, Ye Su, ke Masjid Al-Akbar pada 17 Juni 2026, memang mengajukan dua hal penting untuk peningkatan hubungan persahabatan, yakni mengundang tim MAS ke Guangzhou dan pembukaan ‘Tiongkok Space’ atau ruangan Tiongkok di MAS,” ujar Sudjak.

Rencana pembukaan “Tiongkok Space” di Masjid Al-Akbar menjadi salah satu bagian yang menarik dari rangkaian hubungan tersebut. Ruang tersebut direncanakan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan informasi dan kebudayaan China di lingkungan Masjid Al-Akbar.

Di sisi lain, kunjungan delegasi Ansor Jatim menunjukkan bahwa pertukaran tidak berhenti pada aspek kebudayaan. Agenda teknologi pertanian, tata kelola pangan, dan pemberdayaan desa memperluas ruang dialog ke isu pembangunan masyarakat.

Tim MAS dan delegasi Ansor Jatim dijadwalkan kembali ke Surabaya pada Selasa (29/9/2026), setelah menyelesaikan rangkaian agenda selama tujuh hari di China.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi