
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengembangan pendidikan Al-Qur’an menjadi pintu masuk kerja sama antara Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur dan masyarakat Muslim Pattani, Thailand. PWNU Jawa Timur bersama Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) NU menyiapkan tim khusus untuk membawa Metode Tartila ke wilayah selatan Thailand tersebut.
Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Dr. Ahmad Hakim Jayli mengatakan bahwa tim tersebut dalam waktu dekat akan dikirim ke Pattani untuk mengembangkan metode pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak dan masyarakat Muslim setempat.
“Metode baca Al-Qur’an Tartila dalam waktu dekat akan dikembangkan sebagai metode pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak dan masyarakat muslim di Pattani, Thailand,” kata Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Dr Ahmad Hakim Jayli di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Rabu (23/9/2026).
Rencana tersebut tidak berdiri sendiri. Pengembangan pendidikan Al-Qur’an menjadi bagian dari kesepahaman kerja sama yang lebih luas antara PWNU Jawa Timur dan Charity Foundation for Relief (CFR), organisasi masyarakat Muslim yang berbasis di Pattani, Thailand.
Kesepahaman itu mengemuka setelah delegasi CFR melakukan kunjungan ke Kantor PWNU Jawa Timur pada 8 September 2026 lalu. Selain pendidikan Al-Qur’an, kedua pihak membicarakan peluang kerja sama di bidang dakwah dan sosial.
Rombongan CFR yang dipimpin Ketua CFR Dr. Fakhruddin Sa-ah diterima Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Dr. Ahmad Hakim Jayli bersama dua pengurus lainnya, Edy M. Ya’kub dan Fauzi Priambodo.
“Kami datang untuk silaturahim dengan tokoh-tokoh NU dan mungkin ke depan bisa menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, pembelajaran Al-Qur’an, dan sosial-ekonomi,” kata Dr. Fakhruddin Sa-ah, saat di Kantor PWNU.
Fakhruddin mengatakan masyarakat Muslim di Pattani membutuhkan dukungan dalam pengembangan pendidikan dan berbagai bidang sosial. Ia melihat NU memiliki sumber daya dan pengalaman yang dapat dikembangkan melalui kerja sama tersebut.
“Selama ini, kami sudah menjalin kerja sama dengan mengirimkan mahasiswa kami berkuliah di beberapa kampus milik NU dan pesantren, seperti Unisda Lamongan dan Universitas KH Abdul Chalim Pacet, Mojokerto. Kami berharap kerja sama dapat dikembangkan dengan lembaga lain,” kata Fakhruddin.
Tiga Pengajar Disiapkan
Untuk merealisasikan kerja sama tersebut, JQH NU Jawa Timur telah menyiapkan tiga orang pelatih sekaligus pendidik guru Al-Qur’an. Mereka direncanakan berangkat ke Thailand selama sepekan.
Tim tersebut berasal dari kalangan pengajar Pendidikan Guru Pendidik Al-Qur’an (PGPQ). Program tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan memasuki lebih dari lima angkatan dengan peserta para guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta madrasah Al-Qur’an di Jawa Timur.
Ketua PW JQH NU Jawa Timur H. Ahmad Sufiaji menjelaskan, pembekalan yang diberikan kepada para calon pengajar tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis mengajarkan metode Tartila.

“Program PGPQ tidak semata soal bagaimana skill mengajar Al-Qur’an dengan metode Tartila, tetapi juga tas-hih bacaan Al-Qur’an serta ijazah sanad qiraatul Qur’an yang itu menjadi hal utama dalam ta’limul Qur’an,” jelas Gus Ahid, yang kelahiran Jombang.
Metode Tartila sendiri dikembangkan sebagai pendekatan pembelajaran membaca Al-Qur’an secara pelan, tenang, dan benar dengan memperhatikan kaidah tajwid, makhraj atau tempat keluarnya huruf, serta sifat-sifat huruf.
Metode tersebut dikembangkan Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz NU sebagai salah satu pendekatan pembelajaran Al-Qur’an, khususnya bagi pemula dan anak-anak.
Materi pembelajaran Tartila terdiri atas enam jilid. Tahapannya dimulai dari pengenalan harakat fathah, kasrah, dan dammah hingga kemampuan merangkai huruf hijaiyah.
Dalam proses pembelajaran, Tartila juga menggunakan nada dan pola baca yang dirancang untuk membantu pemula mengenali dan memahami bacaan Al-Qur’an.
Pengiriman tim pengajar ke Pattani menjadi langkah konkret untuk membawa pengalaman pendidikan Al-Qur’an dari Jawa Timur ke komunitas Muslim di wilayah selatan Thailand.
Kerja sama tersebut sekaligus memperluas ruang kolaborasi PWNU Jawa Timur dan CFR, yang tidak hanya mencakup pendidikan Al-Qur’an, tetapi juga membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial-ekonomi.
Bagi PWNU Jawa Timur dan JQH NU, pengembangan Metode Tartila di Pattani menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an sekaligus memperkuat jejaring kerja sama pendidikan dengan masyarakat Muslim di kawasan Asia Tenggara.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








