
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Sebanyak 870 atlet taekwondo dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Surabaya untuk memperebutkan prestasi dalam Kejuaraan Taekwondo Piala Panglima TNI 2026. Digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI, turnamen ini sekaligus diarahkan menjadi ruang pembinaan dan pencarian bibit atlet taekwondo potensial.
Kejuaraan tersebut resmi dibuka di GOR Futsal Internasional Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Sabtu (19/9/2026).
Kodam V/Brawijaya dipercaya menjadi penyelenggara kejuaraan tingkat nasional tersebut. Pelaksanaan kegiatan dipimpin Komandan Korem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo selaku Ketua Pelaksana.
Kehadiran ratusan atlet dari berbagai daerah membuat kejuaraan ini tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI. Arena pertandingan juga menjadi ruang untuk menguji kemampuan atlet sekaligus melihat potensi baru dalam pembinaan taekwondo nasional.
Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Patriot. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengucapan janji wasit dan janji atlet.
Laporan kesiapan pelaksanaan kejuaraan disampaikan Kepala Seksi Operasi Korem 082/CPYJ Mayor Inf Amirullah yang mewakili Ketua Pelaksana di hadapan jajaran pejabat militer dan pengurus olahraga.
Wakil Ketua IV Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Pusat Mayjen Mar Supriyono yang hadir membacakan sambutan Ketua Umum PBTI menilai kejuaraan tersebut memiliki arti penting bagi perkembangan taekwondo Indonesia.
Selain menjadi arena kompetisi, turnamen diharapkan mempertemukan atlet dari berbagai daerah sekaligus mendorong mereka mengembangkan kemampuan melalui kompetisi yang sehat.
“Turnamen bergengsi ini menjadi wahana strategis dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus panggung bagi atlet untuk mengerahkan segenap kemampuan terbaik. Kami berpesan kepada para peserta agar senantiasa menghormati lawan, mematuhi keputusan wasit, serta menjaga kehormatan nama baik taekwondo Indonesia dengan sportivitas dan disiplin tinggi,” tutur Mayjen Mar Supriyono.
Pesan tersebut menempatkan sportivitas sebagai bagian penting dari kompetisi. Sebab, prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis di arena, tetapi juga oleh kedisiplinan atlet dalam mengikuti aturan pertandingan.
Sementara itu, Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, S.I.P., M.Si., M.Han., membacakan amanat Panglima TNI. Dalam amanat tersebut, olahraga prestasi ditempatkan sebagai salah satu sarana pembentukan karakter sekaligus bagian dari upaya mendorong prestasi olahraga Indonesia.
“Peringatan HUT ke-81 TNI mengusung tema Prestasi Olahraga TNI, Prestasi Olahraga Indonesia. Melalui open tournament ini, terbangun sinergi prajurit TNI dan rakyat yang tangguh guna melahirkan atlet berprestasi tinggi demi kejayaan bangsa dan negara,” tegas Irdam V/Brawijaya saat membacakan amanat Panglima TNI.
Dalam amanat tersebut, kejuaraan memiliki empat sasaran utama. Pertama, menjadi parameter keberhasilan pembinaan prestasi atlet nasional. Kedua, menjadi ruang pencarian bibit-bibit atlet potensial. Ketiga, mendorong perkembangan olahraga nasional. Keempat, memperkuat hubungan dan soliditas antara TNI, Polri, serta masyarakat.
Dengan 870 atlet yang ambil bagian, sasaran pencarian bibit menjadi salah satu aspek yang menarik dari kejuaraan tersebut. Kompetisi semacam ini memberi kesempatan kepada atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan lingkungan pembinaan olahraga nasional.
Pembukaan kejuaraan kemudian ditandai secara simbolis oleh Irdam V/Brawijaya bersama jajaran Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, perwakilan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara, Kasrem 084/BJ Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, Sekjen PBTI Rafael Hotasi Siagian, serta Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan.
Rangkaian pembukaan juga diisi doa bersama dan penampilan Tari Kreasi Sanggar Dewisri Baluran Mojokerto.
Suasana semakin semarak ketika prajurit Kodam V/Brawijaya menampilkan demonstrasi Taekwondo dan Pencak Silat Militer (PSM). Demonstrasi tersebut memperlihatkan kemampuan bela diri yang menjadi bagian dari pembinaan prajurit.
Kejuaraan Piala Panglima TNI 2026 selanjutnya akan menjadi panggung bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka di arena pertandingan. Bagi dunia taekwondo Indonesia, kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana pembinaan atlet dari berbagai daerah mampu menghasilkan talenta yang dapat dikembangkan menuju level yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah turnamen bukan hanya terletak pada kemeriahan pembukaannya, tetapi juga pada atlet-atlet yang lahir dari kompetisi tersebut dan mampu melanjutkan prestasinya ke tingkat nasional maupun internasional.
Melalui Kejuaraan Taekwondo Piala Panglima TNI 2026, harapan tersebut kini dibebankan kepada 870 atlet yang bertanding di Surabaya.(*)
Kontributor: Bambang
Editor: Abdel Rafi








