Dari Lahan Kosong Jadi Kebun Gizi, Poktan Muda Sukses Mojoklanggru Dilirik Rumah Zakat

Tim Rumah Zakat Surabaya saat mengunjungi Poktan Muda Sukses Mojoklanggru, Surabaya, Jumat (11/9/2026). (foto: Abdel Rafi)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Ketahanan pangan perkotaan tidak cukup hanya mengandalkan pasokan dari daerah dan desa. Produksi pangan lokal perlu dikembangkan agar masyarakat kota memiliki akses terhadap sumber pangan yang lebih dekat sekaligus memperpendek rantai distribusi.

Semangat itulah yang antara lain dikembangkan Kelompok Tani (Poktan) Muda Sukses di Kampung RW 4 Mojoklanggru Lor, Surabaya. Memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak terawat, kelompok tersebut mengembangkan model pertanian perkotaan atau urban farming yang memadukan peternakan, perikanan, serta budidaya sayur dan buah.

Upaya tersebut mulai mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pegiat sosial dan ketahanan pangan. Salah satunya Rumah Zakat, lembaga amil zakat yang berdiri sejak 1998.

Rumah Zakat tengah mencari sejumlah lokasi potensial untuk pengembangan program kebun gizi. Poktan Muda Sukses Mojoklanggru menjadi salah satu lokasi yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Sebelumnya kami telah mengembangkan kebun gizi di daerah Jemur Wonosari. Kini waktunya kami untuk perluasan manfaat ke wilayah-wilayah lain yang potensial. Salah satu yang kami dengar, ada Poktan Muda Sukses Mojoklanggru ini. Sudah lumayan terintegrasi juga, ada peternakan ayam, budidaya ikan, hingga kebun cabai, selada, melon ada semua,” tutur Munawarah, Program Aplikator Rumah Zakat Surabaya ketika berkunjung ke kebun Poktan Muda Sukses Mojoklanggru pada Jumat (11/09/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung Ketua Poktan Muda Sukses Mojoklanggru, Achmad Hanafi. Bagi Hanafi, perhatian dari berbagai pihak menjadi dorongan bagi kelompoknya untuk terus mengembangkan kegiatan pemberdayaan berbasis pangan di lingkungan perkotaan.

“Kami bersyukur, usaha ini telah mendapat apresiasi dan kunjungan dari beragam kalangan. Sebelumnya ada adik-adik PAUD yang berkunjung, kini dari lembaga zakat. Ini artinya, ikhtiar kami tidak boleh berhenti. Terus lanjut,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).

Hanafi melanjutkan bahwa Poktan Muda Sukses saat ini menghasilkan sejumlah komoditas pangan, mulai dari telur, ikan lele, sayuran, hingga buah-buahan. Namun, pengelolaan usaha tersebut tidak selalu berjalan tanpa kendala.

“Kami produksi telur rata-rata 30 butir tiap hari. Namun beberapa waktu lalu mengalami ujian banyak ayam mati mendadak, sekitar 20 ekor. Untungnya masalah ini segera diatasi dengan pemberian vitamin dan penambahan stok ayam,” paparnya. “Selain itu, untuk lele prediksi kami 2 bulan lagi akan panen. Kalau sayur dan buah lebih cepat panennya, selada biasanya kami berikan sebagai bonus penjualan lele atau telur. Buah-buahan jagoan kami ada varian melon yang jarang orang jual, manis dan segar. Silahkan coba,” ajak Hanafi menambahkan.

Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, keberadaan Poktan Muda Sukses tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan. Kelompok tersebut juga menjadi ruang pemberdayaan warga dan pemuda sekaligus menghidupkan kembali lahan yang sebelumnya terbengkalai.

Tim Rumah Zakat Surabaya menilai Poktan Muda Sukses Mojoklanggru lumayan terintegrasi sebagai Kebun Gizi dalam kunjungannya ke lokasi kebun Poktan itu, Jumat (11/9/2026). (foto: Abdel Rafi)

Pembina Poktan Muda Sukses, Pak Yuswo, mengatakan gagasan tersebut bermula dari keprihatinan terhadap keberadaan lahan kosong yang tidak termanfaatkan. Di sisi lain, terdapat warga dan pemuda yang memiliki kreativitas dan membutuhkan ruang untuk diberdayakan.

“Awalnya kami melihat ada lahan kosong yang tidak terawat, sedangkan banyak warga dan pemuda kreatif yang perlu diberdayakan. Tentu tidak mudah karena ini perkara mindset, cara pandang. Bagaimana membangun urban farming, dari warga, oleh warga, untuk warga. Walaupun susah, terus kami coba dari tahun 2022. Alhamdulillah, dengan izin Allah terus berlanjut dan dapat diambil manfaatnya,” tutup Pak Yuswo.

Kunjungan Rumah Zakat ke Poktan Muda Sukses Mojoklanggru ditutup dengan foto bersama. Pertemuan tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi antara kedua pihak untuk memperkuat pemberdayaan dan ketahanan pangan masyarakat perkotaan.

Pengembangan kebun gizi diharapkan tidak berhenti pada produksi pangan, tetapi juga mampu mendekatkan masyarakat dengan sumber pangan bergizi. Protein dapat diperoleh dari telur dan ikan, serat dari sayuran, serta vitamin dari buah-buahan.

Dari lahan kosong yang dahulu tidak terawat, Poktan Muda Sukses Mojoklanggru kini mencoba membangun model sederhana ketahanan pangan: dikelola warga, dimanfaatkan warga, dan diharapkan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.(*)

Kontributor: Abdel Rafi 

Editor: Umar Faruq