
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Timur membawa lima agenda strategis untuk pengembangan pelajar ketika menemui Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs. M. Musyafak Rouf, dalam audiensi di Surabaya, Kamis (10/9/2026).
Lima agenda tersebut mencakup penguatan pendidikan dan karakter, kepemimpinan pelajar dan perempuan muda, literasi digital serta artificial intelligence atau akal imitasi (AI), hingga pemberdayaan ekonomi dan kewirausahaan pelajar.
Audiensi itu menjadi bagian dari langkah PW IPPNU Jawa Timur memperkuat sinergi kelembagaan dengan DPRD Jawa Timur sekaligus mendorong agar pelajar, khususnya pelajar putri, memiliki ruang lebih besar untuk menyampaikan aspirasi dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Rekanita Aprilia Nur Azizah, menegaskan bahwa pelajar tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan.
Menurut dia, pelajar juga perlu dipandang sebagai bagian dari proses pembangunan karena mereka merupakan calon pemimpin yang akan menentukan masa depan daerah.
“Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, mereka perlu diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan kepemimpinan, meningkatkan kompetensi, dan terlibat dalam pembangunan daerah,” ujar Aprilia.
Dalam audiensi tersebut, PW IPPNU Jawa Timur memaparkan lima program utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pelajar di tengah perubahan sosial, pendidikan, dan teknologi.
Pertama, IPPNU School Movement, sebuah model kemitraan berkelanjutan antara organisasi pelajar dan sekolah untuk membangun ekosistem pengembangan pelajar.
Kedua, Jatim Youth Parliament/Youth Aspiration Forum, yang diarahkan menjadi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan aspirasi sekaligus belajar mengenai kepemimpinan dan proses kebijakan publik.
Ketiga, Women Youth Leadership Program, yang memberikan perhatian pada pengembangan kepemimpinan perempuan muda.
Keempat, Digital & AI Literacy for Students, sebagai respons terhadap semakin besarnya peran teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam kehidupan pelajar.
Kelima, Student Entrepreneurship Movement, yang diarahkan untuk menumbuhkan kemampuan dan kemandirian ekonomi pelajar melalui pengembangan kewirausahaan.
Kelima agenda tersebut dikembangkan dalam lima ruang pengembangan pelajar, yakni Character, Leadership, Academic, Digital, dan Economic.
Dari lima agenda tersebut, IPPNU School Movement menjadi salah satu program yang mendapat perhatian. Gerakan ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan organisasi di sekolah, melainkan sebagai model kemitraan yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui program itu, IPPNU mendorong sekolah dan organisasi pelajar untuk bersama-sama memperkuat karakter, kepemimpinan, kemampuan akademik, literasi digital dan AI, hingga kewirausahaan.
Gagasan tersebut menempatkan sekolah sebagai salah satu titik penting untuk membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap menghadapi perubahan teknologi dan tuntutan dunia masa depan.
DPRD Siap Membuka Ruang Kolaborasi
Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs. M. Musyafak Rouf, menyambut baik program yang dipaparkan PW IPPNU Jawa Timur.
Musyafak menyatakan kesiapan mendukung program kerja PW IPPNU Jawa Timur yang dapat disinergikan dengan DPRD Jawa Timur.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas dalam menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan pelajar dan perempuan muda di Jawa Timur.
Musyafak juga menyambut baik upaya IPPNU memberikan ruang kepada pelajar untuk berkembang, berorganisasi, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sinergi tersebut selanjutnya diharapkan dapat diwujudkan melalui sejumlah program, khususnya di bidang pendidikan, kepemimpinan pelajar, literasi digital dan AI, pemberdayaan perempuan muda, serta kewirausahaan.
Bagi PW IPPNU Jawa Timur, keterlibatan DPRD menjadi penting agar aspirasi pelajar memiliki jalur yang lebih kuat menuju ruang kebijakan.
“Kami berharap DPRD Jawa Timur dapat menjadi jembatan agar suara pelajar perempuan tidak berhenti di ruang organisasi, tetapi dapat masuk menjadi bagian dari percakapan kebijakan Jawa Timur,” kata Aprilia.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi langkah PW IPPNU Jawa Timur membangun ekosistem partisipasi pelajar yang mempertemukan organisasi pelajar, sekolah, pemerintah, DPRD, dan pelajar dalam proses pembangunan daerah.
Melalui ekosistem tersebut, aspirasi pelajar diharapkan dapat disampaikan secara lebih terstruktur dan tidak berhenti pada kegiatan organisasi.
Bagi IPPNU Jawa Timur, pelajar perlu memiliki ruang untuk belajar menyampaikan gagasan, memahami persoalan publik, mengembangkan kompetensi, serta berani mengambil peran dalam pembangunan.
Lima agenda yang dibawa ke DPRD Jawa Timur pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan: menyiapkan generasi pelajar Jawa Timur yang berkarakter, memiliki kapasitas kepemimpinan, unggul secara akademik, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kemampuan untuk membangun kemandirian ekonomi.
Dengan cara itu, masa depan pelajar tidak hanya dibicarakan sebagai agenda pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari agenda pembangunan Jawa Timur.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








