
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – SMA Khadijah Surabaya memberikan beasiswa pendidikan penuh atau 100% kepada tiga penghafal Al-Qur’an (hafidzah). Program tersebut menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap murid yang memiliki komitmen dalam menghafal sekaligus menjaga hafalan Al-Qur’an.
Ketiga penerima beasiswa tersebut adalah Salsabila Oktafika El-Farah dari kelas XII-6, Fatimah Azzahrah dari kelas XI-6, dan Kamila Azzahirah Hidayat dari kelas X-6. Mereka memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di SMA Khadijah melalui program beasiswa penuh bagi hafidzah.
Kepala SMA Khadijah Surabaya Muhammad Iqbal mengatakan, program beasiswa tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah memberikan ruang bagi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an untuk berkembang dalam bidang keagamaan sekaligus akademik.
“Program tersebut menjadi bagian dari komitmen SMA Khadijah dalam memberikan ruang bagi generasi Qur’ani untuk terus berkembang, baik dalam bidang keagamaan maupun akademik,” kata Iqbal di Surabaya, Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, beasiswa tersebut tidak semata-mata dimaksudkan sebagai dukungan pembiayaan pendidikan. Program itu juga merupakan bentuk penghargaan terhadap proses panjang yang dijalani para penghafal Al-Qur’an.
Menghafal dan mempertahankan hafalan Al-Qur’an, kata Iqbal, membutuhkan kedisiplinan, konsistensi, dan komitmen. Karena itu, kemampuan tersebut dinilai memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Mereka menghafal, melakukan murajaah, serta menjaga hafalan membutuhkan kedisiplinan, konsistensi, dan komitmen yang kuat,” ujarnya.
Ia mengatakan, program tersebut sekaligus sejalan dengan karakter pendidikan SMA Khadijah yang memadukan nilai-nilai kepesantrenan dengan pengembangan kompetensi akademik.
“Beasiswa 100 persen ini merupakan salah satu bentuk dukungan SMA Khadijah agar para hafidzah dapat terus menjaga hafalannya sekaligus memperoleh ruang yang luas untuk mengembangkan kemampuan akademik dan potensi dirinya,” kata Iqbal.
Mengembangkan Potensi Secara Beriringan
Melalui program tersebut, SMA Khadijah ingin menempatkan prestasi di bidang Al-Qur’an sebagai bagian dari ekosistem pendidikan sekolah. Kemampuan keagamaan dan akademik tidak diposisikan sebagai dua hal yang terpisah, tetapi dikembangkan secara beriringan.
Kehadiran tiga hafidzah penerima beasiswa juga menjadi bagian dari upaya SMA Khadijah memperkuat identitasnya sebagai “Sekolah Pesantren Kota”. Konsep tersebut diarahkan untuk membentuk peserta didik yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki pengetahuan, sekaligus mampu menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.
SMA Khadijah berada di bawah naungan Yayasan Khadijah dan mengembangkan pendidikan akademik yang dipadukan dengan nilai-nilai kepesantrenan Aswaja An-Nahdliyah.
Selain pembelajaran akademik, sekolah mengembangkan sejumlah program kepesantrenan, pendidikan karakter, serta pengembangan prestasi dan potensi peserta didik.
Melalui pendekatan tersebut, sekolah menargetkan terbentuknya generasi yang memiliki kemampuan akademik dan kompetensi keagamaan sekaligus memiliki karakter santun, unggul, dan kompetitif.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








