Kopi Kalibaru Banyuwangi Raih Tiga Prestasi di Kompetisi Green Bean Nasional

Momen saat Kopi Kalibaru asal Banyuwangi meraih prestasi dalam Jawara Coffee Competition dari rangkaian JCW 2026 di Yogyakarta, 4-6 September 2026. (foto: 

BANYUWANGI, CAKRAWARTA.com –Kopi dari Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, meraih tiga prestasi dalam Jawara Coffee Competition, kompetisi biji kopi atau green bean, yang menjadi bagian dari rangkaian Jogja Coffee Week (JCW) 2026 di Yogyakarta, 4-6 September 2026.

Tiga wakil pegiat dan petani kopi Kalibaru berhasil masuk 10 besar nasional. Prestasi tersebut diraih pada kategori Robusta dan Liberika, setelah mereka bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai daerah.

Ali Mursyid Azisi, yang mewakili BillCoffee Nusantara, meraih juara ketiga kategori Robusta. Kopi yang dibawanya berasal dari kawasan Gunung Kendit, Malangsari, Kalibaru. Kopi tersebut diproses dengan teknik natural classic dan memperoleh total skor kumulatif 252,75 dengan cup score atau nilai cita rasa 84,250.

“Itu membuktikan bahwa kualitas biji kopi (green bean) hasil olahan petani lokal dari pegunungan Kalibaru Banyuwangi memiliki daya saing tinggi yang diperhitungkan di kancah perkopian nasional,” kata Ali dalam keterangannya di Banyuwangi, Senin (7/9/2026).

Prestasi Kalibaru juga datang dari kategori Liberika. Muchammad Shodiq dari X-Barue Coffee menempati posisi keempat nasional melalui biji kopi Liberika yang berasal dari Kalibaru.

Biji kopi tersebut diolah dengan metode eksperimental natural anaerobic. Hasil penilaian juri menghasilkan total skor 251,50 dengan cup score 83,833.

“Keberhasilan pada kategori Liberika ini menegaskan fleksibilitas dan keanekaragaman hayati lahan pertanian di Kalibaru yang tidak hanya cocok untuk satu jenis varietas kopi,” ujar Ali, mewakili rekan-rekannya.

Sementara itu, Ahmad Jaelani yang mengusung bendera Tokelap Coffee menempati peringkat kesembilan nasional pada kategori Robusta. Kopi yang digunakan dipanen langsung dari kawasan lereng Gunung Raung, Kalibaru.

Kopi tersebut juga diproses dengan metode natural classic. Dari penilaian kompetisi, kopi itu memperoleh total skor 248,25 dengan cup score 82,750.

Etalase Kopi Lokal

Jogja Coffee Week 2026 menjadi ajang pertemuan pelaku industri kopi domestik, mulai dari petani, pemroses (processor), pemanggang (roaster), hingga pemilik kedai kopi. Kegiatan tersebut juga dihadiri delegasi internasional dari sejumlah negara, termasuk pelaku industri kopi dari Jepang.

Bagi pegiat kopi Kalibaru, kondisi tersebut membuat Jawara Greenbeans Coffee Competition tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan mutu kopi lokal kepada pasar yang lebih luas.

Kalibaru selama ini dikenal dengan julukan “Surganya Kopi”. Bagi para pegiat kopi setempat, prestasi dalam kompetisi tersebut menjadi salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk menunjukkan kualitas kopi dari kawasan tersebut, selain sekadar identitas promosi.

Pengakuan melalui penilaian juri dan skor cupping juga dinilai dapat memperkuat posisi tawar biji kopi mentah (green bean) yang dihasilkan petani Kalibaru.

“Dengan adanya pengakuan resmi berupa skor cupping bertaraf nasional dan internasional itu, posisi tawar biji kopi mentah (green bean) dari Kalibaru otomatis meningkat. Harapan kami, hal itu dapat berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan para petani,” kata Ali, yang juga aktivis LTN PWNU Jatim.

Berlanjut ke Lelang

Prestasi para peserta lima besar di masing-masing kategori mulai dari Robusta, Arabika, dan Liberika, mendapat apresiasi berupa kesempatan mengikuti lelang resmi (auction) pada Minggu (6/9/2026) malam.

Dalam lelang tersebut, biji kopi Liberika milik Muchammad Shodiq dari X-Barue Coffee terjual dengan harga Rp5 juta.

Hasil tersebut menjadi bagian lain dari rangkaian kompetisi yang mempertemukan kualitas biji kopi dari berbagai daerah dengan pasar dan pelaku industri kopi, baik dari dalam maupun luar negeri.(*)

Kontributor: Ali

Editor: Abdel Rafi