DMI Jatim-Demasindo Dorong Remaja Masjid Jatim Jadi Penggerak Ekonomi Syariah

Ketua PW DMI Jatim, KHM Sudjak (di podium) saat membuka pelatihan pemberdayaan, keuangan, dan bisnis syariah bagi remaja masjid di Surabaya, Sabtu (15/8/2026). (foto: DMI Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Timur bersama Yayasan Dewan Masjid Indonesia (Demasindo) Jawa Timur mendorong remaja masjid tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mengambil peran dalam pengembangan ekonomi syariah. Sebanyak 80 remaja masjid dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti pelatihan pemberdayaan, keuangan, dan bisnis syariah di Surabaya, Sabtu (15/8/2026).

Pelatihan yang digelar PW Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) DMI Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas fungsi masjid sebagai ruang pembinaan generasi muda sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat.

Ketua PW DMI Jawa Timur KH Sudjak mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pengelola masjid. Menurut dia, sejumlah takmir masih mengeluhkan sulitnya mengajak anak muda aktif berkegiatan di masjid.

“Kalau saya berkunjung ke daerah, takmir masjid umumnya curhat tentang sulitnya merangkul anak-anak muda ke masjid,” kata Sudjak saat membuka pelatihan.

Karena itu, menurut Sudjak, pendekatan terhadap generasi muda perlu disesuaikan dengan minat dan perkembangan zaman. Kegiatan masjid tidak cukup hanya berupa shalat berjamaah dan pengajian, tetapi juga perlu menyediakan ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan potensi ekonomi.

“Remaja hari ini adalah pemimpin masa depan. Kesiapan mental dan keterampilan mereka penting. Masjid perlu merangkul anak-anak muda melalui kegiatan yang sesuai dengan minat mereka,” ujarnya.

Jawa Timur memiliki 52.712 masjid. Jumlah tersebut, kata Sudjak, merupakan potensi besar untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam pengembangan kapasitas generasi muda.

Ia mencontohkan kegiatan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya yang melibatkan anak muda melalui Majelis Subuh GenZI dan kegiatan olahraga yang dipadukan dengan aktivitas keagamaan. Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat masjid lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

Selain mengikuti pelatihan bisnis dan keuangan syariah, Sudjak mengajak Prima DMI Jawa Timur terlibat dalam sejumlah program unggulan DMI, seperti Masjid Award, Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM), dan Halal Center.

Menurut dia, remaja masjid dapat mengambil peran melalui berbagai kegiatan, antara lain mengembangkan kategori penghargaan bagi masjid yang memiliki program kreatif untuk anak muda, membantu pelaku UMKM memperoleh sertifikasi halal, hingga mengembangkan UMKM berbasis digital.

“Remaja masjid bisa ikut berkreasi, termasuk dalam pengembangan UMKM digital dan pendampingan usaha masyarakat. Dengan begitu, masjid dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi umat,” katanya.

Ketua Yayasan Demasindo Jawa Timur Suhadi dan Ketua PW Prima DMI Jawa Timur Akhmad Ainur Roziqin turut mendampingi Sudjak dalam kegiatan tersebut.

Pelatihan menghadirkan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya Moch Khoirul Anwar, pengusaha Dewi Masyithoh, serta Setya Ardianta dari Divisi Talenta Digital Santri Pondok Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya sebagai narasumber.

Melalui pelatihan tersebut, DMI Jatim dan Demasindo berharap remaja masjid memiliki bekal yang lebih luas untuk berkontribusi dalam kegiatan keagamaan sekaligus menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi