
MALANG, CAKRAWARTA.com – Sebuah puisi berjudul “Aku” yang dibacakan Lina Adriana, penyandang disabilitas grahita, mengubah suasana kunjungan keluarga besar Alumni Akademi Militer (Akmil) 1997 ke Yayasan Disabilitas Kartika Mutiara, Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (22/8/2026).
Di hadapan para tamu, Lina membacakan puisi yang menggambarkan pengalaman penyandang disabilitas yang kerap dipandang sebelah mata, termasuk perasaan orang-orang terdekat yang terkadang merasa sedih atau malu atas kondisi mereka. Namun, puisi itu juga menyampaikan keyakinan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berkarya dan membanggakan keluarga.
Suasana haru segera terasa. Sejumlah tamu terlihat meneteskan air mata, termasuk Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, yang memimpin rombongan bakti sosial bertajuk Pandu Sakti dan Pandu Sakti Wife 97 tersebut.
Kunjungan itu sebenarnya berlangsung dalam suasana hangat sejak awal. Rombongan disambut penampilan anggota Yayasan Disabilitas Kartika Mutiara yang memainkan angklung dan membawakan lagu Lihat Kebunku serta Twinkle Twinkle Little Star.
Para tamu kemudian melihat berbagai karya yang dihasilkan anggota yayasan, mulai dari kerajinan tangan, jamu, hingga batik. Sebagian tamu bahkan membeli hasil karya tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian para penyandang disabilitas.
Rudy Saladin mengatakan kunjungan keluarga besar Alumni Akmil 1997 tidak sekadar menjadi kegiatan sosial, tetapi juga kesempatan untuk membangun kedekatan dengan para penyandang disabilitas.

“Alhamdulillah, pagi hari ini keluarga besar Alumni Akmil 97 bisa bersilaturahmi ke Yayasan Kartika Mutiara,” kata Rudy.
Ia menegaskan, rombongan datang bukan sekadar sebagai tamu.
“Kedatangan kami ke sini bukan sebagai tamu, akan tetapi sebagai orang tua adik-adik disabilitas,” ujarnya.
Rudy juga meminta jajaran terkait, termasuk personel Koramil 07/0818 Pakisaji, untuk terus memberikan perhatian, pendampingan, dan perlindungan kepada anak-anak di Yayasan Disabilitas Kartika Mutiara.
Ia berharap para penyandang disabilitas di yayasan tersebut senantiasa memperoleh kesehatan, keselamatan, serta kesempatan untuk berkembang.
Sebagai bentuk kepedulian, Rudy bersama keluarga besar Alumni Akmil 1997 menyerahkan tali asih kepada para siswa yayasan. Bantuan tersebut disambut gembira oleh anak-anak.
Namun, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan materi. Kehadiran para alumni Akmil 1997 juga menjadi kesempatan untuk memberikan dorongan kepada sekitar 80 siswa penyandang disabilitas agar terus berkarya dan percaya diri.
Kapok Sahli Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI Singgih Pambudi mengajak para siswa untuk mengembangkan keterampilan yang mereka miliki secara konsisten.
“Fokus pada hal atau keterampilan yang dikuasai dan terus dilatih. Usahakan hasil keterampilan hari ini lebih baik daripada kemarin. Insya Allah, suatu saat adik-adik akan semakin pandai dan sukses,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, Danrindam V/Brawijaya Brigjen TNI M. Akbar, Kasdim 0818/Malang-Batu Mayor Czi Sultoni, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXII Kodim 0818, Danramil 0818/07 Pakisaji Kapten Arh Fery, jajaran Pasi Kodim, pengurus Persit, serta keluarga besar Alumni Akmil 1997.
Bagi keluarga besar Yayasan Disabilitas Kartika Mutiara, kunjungan tersebut bukan hanya tentang bantuan yang diberikan. Lebih dari itu, perhatian dan penghargaan terhadap karya mereka menjadi pesan bahwa keterbatasan tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti berkarya.
Kunjungan yang diawali dengan suara angklung dan ditutup dengan tali asih itu akhirnya meninggalkan kesan yang lebih dalam bahwa dukungan dan kesempatan dapat menjadi modal penting bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk tumbuh percaya diri dan menunjukkan kemampuan mereka kepada masyarakat.(*)
Kontributor: Indah Winarso
Editor: Abdel Rafi








