
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pilihan kuliner di Surabaya kembali bertambah. Mama Noor, restoran yang baru beberapa hari beroperasi di Jalan Dharmahusada Nomor 171, Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, menawarkan menu ayam goreng berbumbu rempah yang dipadukan dengan nasi lemak.
Berada di salah satu ruas jalan utama Surabaya Timur, restoran ini cukup mudah dijangkau. Selain lokasinya yang strategis, Mama Noor memiliki area parkir mobil yang luas, menjadi salah satu fasilitas yang mendapat perhatian dari pengunjung.
Konsep restoran dibuat cukup lapang dengan pilihan area makan di dalam dan luar ruangan. Interiornya mengusung gaya minimalis dengan penggunaan kaca yang cukup dominan sehingga memberikan kesan modern dan terang.
Sejumlah pengunjung yang datang sejak restoran tersebut dibuka memberikan penilaian positif terhadap rasa makanan, harga, pelayanan, serta kenyamanan tempat. Namun, beberapa pengunjung juga mencatat sejumlah hal yang masih dapat dibenahi.
Satryo, salah satu pengunjung, menilai ayam goreng Mama Noor memiliki bumbu yang meresap hingga ke bagian dalam daging. Menurut dia, tekstur ayam tetap juicy meskipun bagian luarnya digoreng.
“Ayam gorengnya enak, bumbunya meresap sampai ke dalam dan dagingnya tetap juicy,” kata Satryo.
Ia juga menilai sambal yang disediakan memiliki tingkat kepedasan yang pas ketika dipadukan dengan nasi lemak. Porsi makanan dinilainya cukup mengenyangkan dengan harga yang masih terjangkau.
Penilaian serupa disampaikan Salsabila, pengunjung asal Madura. Ia menyukai perpaduan ayam goreng yang garing di luar tetapi tetap juicy di bagian dalam dengan nasi lemak yang gurih.
Menurut Salsabila, lokasi restoran menjadi salah satu daya tarik karena berada di kawasan yang strategis dan memiliki area cukup luas. Kebersihan tempat, toilet, serta mushala juga mendapat apresiasi darinya.
“Tempatnya sangat strategis dan luas, estetik juga buat foto, parkir luas, toilet dan mushalanya sangat bersih,” ujarnya.
Pengunjung lain, Fauziyah, bahkan membandingkan cita rasa ayam yang disantapnya dengan masakan rumahan. Ia memesan nasi daun limau dengan ayam berukuran besar dan menilai rasa ayam serta sambalnya sangat kuat.
“Ayamnya enak banget, seenak masakan mama di rumah,” kata Fauziyah.
Meski demikian, ia menilai aroma daun limau pada nasi masih kurang terasa. Ia juga mencatat fasilitas mushala belum menyediakan perlengkapan shalat dan tempat wudu perempuan belum dilengkapi cermin.
Dari sisi pelayanan, Fauziyah justru memberikan apresiasi. Menurut dia, meskipun restoran sedang ramai, suasana tetap kondusif karena dibantu para pelayan yang sigap.
Diminati untuk Nongkrong hingga Keluarga
Tidak hanya mengandalkan makanan, Mama Noor juga mencoba menawarkan ruang yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas. Sani, salah satu pengunjung, menyebut restoran tersebut cocok untuk bekerja dari kafe alias work from cafe (WFC), makan siang, berkumpul bersama teman, hingga waktu bersama keluarga.
Ia menilai restoran memiliki ruang yang nyaman dan luas, termasuk area luar ruangan. Harga makanan juga dinilainya relatif ramah di kantong.
“Kalau kamu di Surabaya Timur, ini wajib masuk daftar kuliner berikutnya,” ujar Sani.
Sementara itu, Martha yang datang karena penasaran dengan restoran baru tersebut menilai area parkir menjadi salah satu keunggulan Mama Noor. Menurut dia, terdapat petugas parkir yang membantu mengarahkan kendaraan.
Untuk pemesanan, restoran menerapkan sistem self-ordering kiosk. Pengunjung yang mengalami kesulitan tetap dapat meminta bantuan staf. Pemesanan juga dapat dilakukan melalui kasir.

Martha menilai pelayanan berlangsung cepat dan ramah. Ia juga menyebut nasi lemak sebagai salah satu menu yang menarik untuk dicoba.
Namun, soal cita rasa, penilaiannya tidak sepenuhnya sama dengan pengunjung lain. Menurut dia, sambal masih kurang sesuai dengan selera ketika dipadukan dengan ayam dan nasi.
“Secara keseluruhan, dengan harga yang bersahabat, tempat yang nyaman, dan pelayanan yang baik, resto ini cukup menarik untuk dicoba,” katanya.
Salah satu paket yang mendapat perhatian pengunjung adalah Paket Noor Puas. Dian Safitri, misalnya, memilih paket tersebut dengan nasi lemak ayam goreng dan teh tarik seharga Rp29.500.
Ia menilai bumbu marinasi ayam terasa hingga ke bagian dalam tanpa membuat rasa menjadi terlalu asin. Sambal juga dinilainya cocok untuk penyuka makanan pedas. Pengunjung bahkan dapat menambahkan sambal karena tersedia sambal tambahan di setiap meja.
Catatan untuk Restoran Baru
Meski banyak mendapat respons positif, sejumlah pengunjung memberikan masukan yang dapat menjadi pekerjaan rumah bagi Mama Noor yang baru memulai operasional.
Edo, misalnya, memberikan nilai 9 dari 10 untuk rasa ayam yang dinilainya gurih dan memiliki bumbu yang meresap. Sistem pembayaran tanpa uang tunai juga dinilai praktis. Namun, ia menyarankan penataan meja serta monitor pemesanan diperbaiki karena terasa cukup padat ketika pengunjung hendak memesan atau mengambil makanan.
Nadhira juga mengapresiasi makanan dan harga yang ditawarkan. Namun, ia berharap restoran menambah titik colokan di dekat meja. Saat ini, menurut dia, fasilitas pengisian daya berada cukup jauh dari meja dan berada di area luar sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pengunjung yang meninggalkan perangkatnya.
Septian memberikan catatan yang lebih luas terkait konsep restoran. Menurut dia, karakter Mama Noor masih berada di antara konsep restoran cepat saji kasual dan restoran keluarga.
Ia menilai penggunaan meja bundar kurang fleksibel apabila digabung untuk mengakomodasi keluarga dalam jumlah besar. Area makan dalam ruangan juga relatif terbatas karena berada dalam ruang yang sama dengan dapur dan kasir.
Untuk Surabaya yang memiliki cuaca panas, keberadaan area luar ruangan dinilainya menjadi nilai tambah, tetapi penggunaan area tersebut pada siang hari tentu memiliki tantangan tersendiri.
Septian juga menyarankan penggunaan piring dan gelas yang dapat digunakan kembali untuk layanan makan di tempat. Menurut dia, penggunaan peralatan makan tersebut akan memberikan pengalaman dine-in yang lebih nyaman sekaligus mengurangi sampah sekali pakai.

Ada pula pengunjung yang menyoroti aspek operasional lain. Hamfrey W mempertanyakan belum tersedianya pilihan bagian ayam, seperti dada atau paha, serta penggunaan peralatan makan yang dinilainya masih perlu dibenahi.
Berbagai respons tersebut menunjukkan bahwa Mama Noor masih berada dalam tahap awal membangun pengalaman pelanggan. Di satu sisi, cita rasa ayam, harga, lokasi, area parkir, kebersihan, dan keramahan pelayanan menjadi sejumlah aspek yang banyak diapresiasi.
Di sisi lain, pilihan bagian ayam, kelengkapan fasilitas makan, tata letak area pemesanan, fasilitas ibadah, titik pengisian daya, serta desain ruang makan menjadi beberapa catatan yang muncul dari pengalaman pengunjung.
Dengan lokasi di kawasan Dharmahusada dan area parkir yang luas, Mama Noor memiliki modal awal untuk menarik pelanggan dari kawasan Surabaya Timur maupun pengunjung dari luar kota. Tantangannya kini adalah mempertahankan konsistensi rasa dan pelayanan sembari membenahi detail operasional yang muncul dari pengalaman pelanggan pada masa awal pembukaan.
Bagi restoran yang baru beberapa hari beroperasi, respons pengunjung tersebut sekaligus menjadi gambaran awal bagaimana Mama Noor akan menempatkan diri di tengah persaingan bisnis kuliner Surabaya yang semakin beragam.(*)
Kontributor: Tommy
Editor: Abdel Rafi








