
JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri dana pensiun untuk pertama kalinya akan menggelar Bulan Dana Pensiun sepanjang September 2026. Inisiatif nasional ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak usia produktif, sekaligus memperkuat literasi dan inklusi dana pensiun di Indonesia.
Program tersebut merupakan kolaborasi OJK dengan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK), PT Taspen (Persero), PT Asabri (Persero), dan BPJS Ketenagakerjaan. Selama sebulan, berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, dan forum diskusi akan diselenggarakan oleh para penyelenggara program pensiun di berbagai daerah.
Penyelenggaraan Bulan Dana Pensiun menjadi momentum bersama untuk memperkuat ekosistem dana pensiun nasional di tengah meningkatnya angka harapan hidup, perubahan struktur demografi, perkembangan ekonomi digital, serta dinamika ekonomi global.
Dana pensiun dinilai memiliki peran strategis, bukan hanya dalam menjaga kesejahteraan masyarakat pada masa pensiun, tetapi juga sebagai salah satu penopang stabilitas sistem keuangan nasional. Namun, tingkat kepesertaan program pensiun di Indonesia masih relatif rendah sehingga perlu didorong melalui peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat.
Rangkaian Bulan Dana Pensiun akan ditutup dengan penyelenggaraan Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 pada 24-25 September 2026 di Balai Kartini, Jakarta. Forum yang diselenggarakan ADPI dan ADPLK itu mengusung tema “Memperkuat Ekosistem Pensiun yang Berkelanjutan: Hidup Sehat, Pensiun Bahagia.”
Kegiatan tersebut akan mempertemukan regulator, kementerian dan lembaga pemerintah, pengelola dana pensiun, pelaku industri jasa keuangan, organisasi internasional, akademisi, serta kalangan dunia usaha untuk membahas arah pengembangan industri dana pensiun Indonesia agar semakin kuat, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Ketua Panitia Indonesia Pension Fund Summit 2026, Antonius Resep Tyas Artono, mengatakan konsep IPFS 2026 menggabungkan konferensi dan pameran sehingga menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Bulan Dana Pensiun dan IPFS 2026 dirancang dengan menggabungkan konferensi dan pameran. Kami berharap forum ini menjadi wadah bertukar gagasan, membangun kemitraan, serta melahirkan berbagai inisiatif yang mampu memperkuat ekosistem pensiun Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangannya pada media ini, Kamis (6/8/2026).
Urgensi penguatan sistem pensiun semakin besar mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia belum memiliki kesiapan finansial saat memasuki usia lanjut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan sekitar 83% lansia di Indonesia masih bergantung secara finansial kepada keluarga, sementara hanya sebagian kecil yang memperoleh penghasilan dari dana pensiun maupun hasil investasi.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dan industri jasa keuangan untuk memperluas kepesertaan program pensiun, termasuk di kalangan pekerja sektor informal yang selama ini belum banyak terlindungi oleh skema pensiun formal.
Melalui Bulan Dana Pensiun dan Indonesia Pension Fund Summit 2026, OJK berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang semakin meningkat. Upaya ini juga menjadi bagian dari implementasi Peta Jalan Penguatan dan Pengembangan Dana Pensiun Indonesia 2024-2028, yang menitikberatkan pada peningkatan literasi, inklusi, dan partisipasi masyarakat dalam program pensiun.(*)
Kontributor: Yunus
Editor: Abdel Rafi








