PWNU Jatim Perkuat Keberpihakan pada UMKM Lewat Ekonomi Pancasila

Momen forum Cangkrukan Ekonomi Pancasila yang digelar LP PWNU Jawa Timur di Malang, Rabu (5/8/2026). (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

MALANG, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan komitmennya memperkuat keberpihakan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut mengemuka dalam forum “Cangkrukan Ekonomi Pancasila” yang digelar Lembaga Perekonomian (LP) PWNU Jawa Timur di Malang, Rabu (5/8/2026).

Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, perbankan, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan guna merumuskan langkah bersama memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menegaskan, penguatan ekonomi umat harus dimulai dari tumbuhnya kepercayaan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.

“Silaturahim menjadi fondasi penting. Dari pertemuan seperti ini lahir kepercayaan, kolaborasi, dan solusi untuk membangun ekonomi umat,” ujar Gus Kikin.

Menurut dia, pembahasan mengenai UMKM tidak semestinya berhenti pada persoalan keuntungan atau kerugian usaha. Di balik setiap usaha kecil terdapat keluarga yang menggantungkan kehidupan dan penghidupannya.

“Keberpihakan kepada UMKM pada hakikatnya adalah keberpihakan kepada kehidupan masyarakat. Karena itu, mereka harus mendapat ruang untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.

Ia menegaskan, Nahdlatul Ulama tidak boleh sekadar menjadi pengamat dalam pembangunan ekonomi. Organisasi tersebut harus hadir mendampingi masyarakat melalui pembinaan, memperluas jejaring usaha, serta membuka akses kolaborasi dengan pemerintah, lembaga keuangan, maupun dunia usaha.

Gus Kikin juga mendorong lahirnya kebijakan yang memberikan kemudahan, perlindungan, dan kepastian berusaha bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan daya saing di tengah tantangan ekonomi.

Ketua LP PWNU Jawa Timur H. Wahyu Priambodo mengatakan, Cangkrukan Ekonomi Pancasila dirancang sebagai ruang dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, BUMN, dan organisasi masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Dari forum ini kami berharap lahir langkah-langkah konkret yang memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kualitas pendampingan, dan memperkuat daya saing UMKM,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang memberikan sambutan secara daring, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Asisten Deputi Pembiayaan Investasi UMKM Kementerian UMKM Ali Mansur, Sekretaris Jenderal DPP APERSI Makrus Sholeh, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho, Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arif Wicaksono, serta jajaran pengurus PWNU Jawa Timur.

Melalui forum tersebut, PWNU Jawa Timur berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan organisasi kemasyarakatan tidak berhenti pada diskusi, melainkan berlanjut menjadi program nyata yang memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan sekaligus penggerak kesejahteraan masyarakat.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi