
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Anak Muda Bubuhan Banjar (AMBB) Jawa Timur resmi dilantik di Surabaya, Sabtu (25/7/2026). Organisasi kepemudaan ini diharapkan menjadi ruang kaderisasi sekaligus memperkuat peran generasi muda Banjar dalam menjaga identitas budaya dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Pelantikan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sa’Dunia Provinsi Jawa Timur. Pembentukan AMBB Jatim juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan regenerasi kepengurusan KBB di tengah komunitas Banjar di perantauan.
Ketua AMBB Jawa Timur Muhammad Ridha F. mengatakan bahwa gagasan pembentukan organisasi tersebut bermula dari pertemuan dalam Halalbihalal KBB Jatim pada Idul Fitri 1447 Hijriah. Saat itu muncul kebutuhan untuk menyediakan ruang berhimpun bagi generasi muda Banjar di Jawa Timur.
”Saat itu kami melihat perlunya wadah yang mampu menghimpun anak-anak muda sebagai regenerasi dari para senior yang telah lebih dahulu mengabdikan diri di KBB Jatim,” kata Ridha dalam keterangan yang diterima oleh redaksi, Minggu (26/7/2026).
Menurut dia, AMBB Jatim tidak hanya diarahkan sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai ruang bagi generasi muda untuk membangun jejaring, mengembangkan kemampuan, dan berkontribusi kepada masyarakat.
Kebersamaan antar generasi, lanjut Ridha, menjadi salah satu modal penting untuk memastikan organisasi dapat berkembang secara berkelanjutan. Karena itu, AMBB Jatim akan mendorong kolaborasi dalam berbagai program yang dijalankan.
”Semangat gotong royong akan kami jalankan agar organisasi mampu tumbuh secara berkelanjutan. Kami berharap AMBB Jatim dapat menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Menjaga Identitas Banjar
Wakil Ketua Pengurus Wilayah KBB Jatim H Anang Halim Asnawi, yang hadir mewakili Ketua Umum KBB Jatim H Noor Alamsyah, menilai keberadaan AMBB Jatim penting untuk memastikan keberlanjutan organisasi sekaligus menjaga identitas masyarakat Banjar di perantauan.
Menurut Anang, regenerasi perlu dipersiapkan karena sebagian pengurus senior KBB telah memasuki usia lanjut. Generasi muda diharapkan dapat melanjutkan kiprah organisasi sembari mempertahankan nilai-nilai yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banjar.
Salah satu nilai yang ditekankan adalah akhlak. Nilai tersebut dinilai perlu berjalan beriringan dengan kreativitas dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman.
”Jati diri itu harus tetap tertanam dalam diri generasi muda. Akhlak menjadi fondasi utama dalam setiap langkah. Di saat yang sama, anak-anak muda juga perlu terus berkembang menjadi pribadi yang kreatif sehingga mampu menjawab berbagai tantangan zaman,” kata Anang.
Kehadiran AMBB Jatim, menurut dia, juga diharapkan dapat menjembatani pengalaman generasi senior dengan gagasan dan kreativitas generasi muda. Dengan demikian, regenerasi tidak sebatas pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi proses pewarisan nilai dan penguatan organisasi.
Dalam pelantikan tersebut, Koordinator Program Studi S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Ahmad Rizki Sridadi memberikan pengarahan kepada pengurus AMBB Jatim.
Ia menekankan pentingnya membangun organisasi melalui program kerja yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Menurut dia, keberadaan organisasi akan semakin bermakna apabila mampu membuka ruang bagi anggotanya untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi.
”AMBB Jatim diharapkan aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, baik di bidang sosial, budaya, pendidikan, maupun pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.
Ahmad juga mendorong AMBB Jatim menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan nilai dan identitas Bubuhan Banjar.
Program yang dijalankan secara konsisten, menurut dia, dapat menjadikan AMBB sebagai ruang pembinaan bagi anak muda sekaligus tempat tumbuhnya kepemimpinan dan inovasi.
”Melalui program-program yang konsisten, AMBB diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda yang melahirkan kepemimpinan, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Pelantikan AMBB Jatim sekaligus menandai dimulainya proses konsolidasi generasi muda Banjar di Jawa Timur. Organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung antar generasi sekaligus menjaga agar identitas budaya Banjar tetap hidup dan berkembang di tengah kehidupan masyarakat perantauan.(*)
Kontributor: Nashir
Editor: Abdel Rafi








